Minggu, 16 Agustus 2015

60 Hari di Solo = Sejuta Kenangan

Tau apa aku Solo? Sekenal apa aku sama Solo? Ke Solo aja jarang dan hampir nggak pernah, palingan juga lewat aja. Tapi jangan salah, walaupun aku nggak tau Solo, paling kikuk kalau ngomongin Solo, tapi aku tau Semarang. Iya, Semarang... Cita-citaku sejak masuk kelas XI, berharap banget bisa On Job Trainning di RRI (Radio Republik Indonesia) Semarang, sampai 6bulan sebelum OJT udah request sama wali kelas, biar emang keturutan OJT disana. Dan akhirnya waktu cepet banget berputarnya. Nggak kerasa udah akhir bulan Januari 2015, artinya OJT tinggal 1bulan lagi.
          Saat pelajaran produktif kejuruan, Pak Singgih (wali kelas) duduk dibelakangku, melihat karya animasiku, dan ngomongin seputar OJT. Dan... Ya itu sakit banget, sakit banget... Udah dari dulu-dulu merencanakan OJT di Semarang, eh Pak Singgih bilang “RRI kuotanya udah full, jadi nggak ada yang OJT di Semarang... Terus kamu mau kemana?”. Ya aku berharapnya sih di UDINUS aja sekalian, biar besok kalau kuliah disana aku udah tau seluk beluknya, terus bisa barengan deh sama...hehehe. Tapi, ya aku jawab “Loh Pak...lha terus gimana? Di Semarang emangnya nggak ada lagi selain di RRI Pak?”. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Pak Singgih bilang “Saya sudah pesen tempat di UDINUS, tapi UDINUS lagi ngebutuhinnya anak TKJ, jadi MM nggak bisa. Padahal UDINUS malah bagus buat MM, soalnya bisa sekalian belajar dan mendalami broadcast, soalnya disana ada jurusan Broadcasting”. Ampun... Sakit banget, nggak bisa nuruti cita-cita sendiri... Danik (temen sebangku) bilang “Solo aja, nanti bareng aku”. Ya, daripada di Purwodadi ketemunya itu-itu terus, cari udara lain ah, pikirku. Yaudah deh, akhirnya aku memutuskan OJT di UNSA Solo, karena disana juga banyak temennya, UNSA membutuhkan anak MM sebanyak 10orang, dan hanya ada 7 yang harus berangkat ke UNSA akhirnya, karena masih dibagi dengan DuDi (Dunia Industri) lainnya.
          Aku, Achni, Khoirul, Bonar, Rifky, Amin, Dana. Mulai menjalankan aktifitas sebagai anak magang di UNSA bersama dengan 10teman anak TKJ dari sekolahku juga, dan 4teman TKJ dari Kaliwungu,Semarang, serta 4teman TKJ dari Ngawi. Iya, kita memang anak MM satu-satunya yang magang disana ketika mereka semua anak TKJ. Kadang juga pernah sakit sih, iyalah... Ketika ada pelajaran anak TKJ, anak MM disuruh ikut, tapi giliran anak MM ada pelajaran, anak TKJ pada sibuk dengan dunianya. Emang sih, iya emang, kita kan gak harus mempelajari jurusan kita aja... tapi tolonglah sedikit mengerti... Pelajaran anak MM emang gampang, karena itu muncul dari kekreatifan kita masing-masing, nah pelajaran TKJ? Salah sedikit, konslet cyiiin...
          Satu minggu di UNSA rasanya seperti 5tahun magang, asli! Gimana enggak? Kita baru aja ngerasain kerja, tiba-tiba disuruh kerja selama 12jam. Muke gile... kita di luar kota, jauh dari orangtua, ngekost, apalagi kostku perjanjiannya tutup jam 10. Jadi kami berangkat jam 8pagi, sampai jam 8malam. Sebenarnya sih ada jam istirahat, tapi hanya 1jam saja, dan logika aja...kami berada di lantai 4, tanpa lift, mendingan turun istirahat beli jajan/gak usah istirahat aja sekalian? Kan sama aja, waktunya habis buat naik turun tangga, dan tenaga kebuang sia-sia buat naik turun tangga. Bener nggak?
          Tapi alhamdulillah, bersyukur banget dengan kedatangan anak TKJ dari Walikukun-Ngawi, anak MM jadi dapat jatah shift. Kadang shift pagi (jam 8pagi-2siang), kadang juga shift siang (jam 2siang-8malam). Kalau aku sih, mending shift pagi, karena kalau shift pagi itu, pulang magang kita masih punya waktu cari makan diluar, atau jalan-jalan biar nggak bosen di kamar kost. Soalnya kalau shift siang, kita makannya nasi kucing angkringan depan gang mulu, jadi nggak dapet gizi.
          Hari berganti minggu, 2minggu pertama setelah minggu lalu kita pulang ke Purwodadi, minggu ini aku sama Ayuk habiskan buat jalan-jalan ke Jogja, dengan kereta Prameks kita diantar sampai ke stasiun Tugu Yogyakarta, sampai stasiun Tugu sekitar jam 7, dan suasana di Jl. Malioboro yang biasanya ramai, terlihat sepi sekali, hanya ada beberapa becak dan andong yang meramaikan jalanan yang aku ketahui tak pernah sepi pengunjung. Baru jalan sebentar, sudah disapa bapak tukang becak menawarkan becaknya untuk mengantarkan kami sampai tujuan, kami meminta untuk diantarkan ke Keraton Jogja, sesampainya disana, ternyata masih pagi sekali kami untuk mengunjunginya, masih tutup dan sepi pengunjung, kami memutuskan untuk jalan-jalan lagi disekitarnya, sampai di Alun-Alun Jogja, kami sarapan dulu biar nggak laper hahaha. Terus kami lanjutkan perjalanan bolang kami ke Museum Kereta, lalu ke Benteng Vredeburg dan akhirnya ke Matahari untuk cari makan siang dan melihat-lihat fashion, terus masuk ke daerah pasar Malioboro, kini terlihat sangat amat ramai sekali. Lelahnya gak karuan, kami memutuskan untuk pergi ke stasiun lebih awal untuk memesan tiket pulang ke Solo, sesampainya di stasiun ternyata sudah ramai, dan kami kehabisan tempat duduk untuk menunggu kereta, tapi alhamdulillah kami gak kehabisan tiket untuk pulang. Gapapa kami duduk dilantai, toh banyak juga orang-orang yang duduk dilantai, buat have fun aja kali, mumpung gak ada yang kenal kami wkw. Kereta Sriwedari jurusan Yogyakarta-Solo mengantarkan kami pulang ke stasiun Solo Balapan, sampai di stasiun ternyata sudah maghrib dan hujan, Khoirul dan Bima sudah berjanji untuk menjemput kami sebelum kami sampai, tapi malah telat, dan pulang dari stasiun sampai kost hujan-hujan karena mereka gak bawa jas hujan untuk kami.
          Minggu udah berganti bulan, dan udah nggak kerasa udah mau habis aja masa magang kami, H-2minggu kami selesai, instruktur dengan santainya menyuruh kami membuat tugas akhir! Gila! 2minggu bisa apa?! Pilihannya ada short movie/trailler movie/video clip/iklan dan apalah yang berhubungan dengan multimedia. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat video klip! Dengan waktu seadanya, kamera DSLR 2, dengan wardrobe, aktor, aktris, make up, dan tentunya bekal acting yang kami punya walaupun ala kadarnya, dan alhamdulillah dibantu dengan instruktur multimedia paling baik “Mas Bom-Bom” (Arfian Hendro, S.Kom-Dosen Multimedia II) kami dibantu dengan sumbangan lagunya dari band indie “Kabamba” dan lagu yang berjudul “Christmast In My Birthday” menjadi acuan kami membuat sebuah video klip dan Mas Bom-Bom inilah yang membiayai villa untuk kami menginap dan makan kami dia yang menanggungnya. Selama kami di villa saat pengambilan gambar, kami saling bertukar pikiran tentang kesan pesan kami selama di UNSA, dan tentang instruktur-instruktur yang membimbing kami. Dan ternyata selama ini kami memendam perasaan yang sama tentang salah satu instruktur kami wkwk (Anak MM yang magang di UNSA pasti tau lahya...hihi).
          Dan dengan waktu satu minggu yang tersisa, kami manfaatkan untuk proses editting agar sebelum kami pulang ke Purwodadi, tugas kami sudah terselesaikan. Sebelum deadline yang ditentukan, akhirnya usai sudah perjuangan kami.
60 Hari yang tidak akan ada kembali
60 Hari yang tidak bisa ditemukan dimana-mana
60 Hari yang tidak akan bisa terulang

Terima kasih Allah S.W.T, Nabi Muhammad S.A.W, orang tua kami...mama,papa, dan keluarga kami, instruktur kami Mas Bom-Bom (Papi), Mbak Risca (Mami), Mas Wisnu, Mas Tio, Mas Abil, Mas Marvel, Mas Fredy, admin-admin UNSA, kakak-kakak MKTI UNSA, teman-teman MM SMKN 1 Purwodadi, TKJ 2 SMKN 1 Purwodadi, TKJ 2 SMKN 1 Kaliwungu-Semarang, TKJ 2 SMKN 1 Walikukun-Ngawi.

Sabtu, 09 Mei 2015

Berpisah dengan Multi Media?

       Halo, namaku Bintang, siswa kelas XI Multi Media SMK N 1 Purwodadi. Aku senang sekali bisa menjadi bagian dari keluarga multimedia, disini tak hanya ilmu yang kudapat, tapi juga kesenangan bahkan kesedihan. Iya, kesenangannya karena pelajaran multimedia itu asyik dan tidak membosankan, kita bisa mengekspresikan sendiri tanpa ada batasannya. Seperti pelajaran Fotografi, mungkin fotografi tidak asing bagi kalangan anak muda jaman sekarang, tapi sebenarnya fotografi mempunyai banyak sekali teknik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan di jurusan multimedia ini, aku mempelajarinya. Membuat film juga, dengan membuat film, kita bisa sedikit memahami betapa lelahnya seorang aktor yang memerankan perannya, seorang sutradara yang sibuk mengatur jalannya pembuatan film, betapa lelah seorang kameramen mencari angle dan shot yang menarik, dan jenuhnya editor mengedit scene demi scene yang tak terhitung dalam sekali pembuatan film. Kesedihannya karena dengan banyaknya tugas yang berbaris mengantri untuk dikerjakan membuatku sangat lelah dan kadang hampir putus asa. Tapi, yang selalu kuingat “Kalau kita sudah memulainya, kita harus bisa mengakhirinya”. Ibaratnya, kita sedang dalam perjalanan yang sangat jauh untuk ditempuh, membutuhkan berjam-jam untuk melewatinya, tapi setelah kita berjalan separuhnya lebih, apakah kita rela memutar balik arah kita yang tadinya ingin ke tempat A menjadi ke tempat semula? Tidak kan?.
      Aku tak bisa membayangkan, bagaimana jika teman yang sudah menemani hari-hariku selama 3 tahun nantinya akan berpisah. Tapi rasa ditinggal teman-teman yang sudah rela menumpahkan cerita kesehariannya kepada kita, pasti tak cukup dengan kata “berat”. Ada kegelisahan, ada kegalauan, ada kesedihan yang mendalam saat merasakan perpisahan.        Tapi, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, cepat atau lambat, pepatah ini akan terjadi pada siapapun, termasuk aku. Tentu ada air mata, tentu ada semilir duka, tapi aku percaya bahwa semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja. Karena kita sebagai manusia pasti punya rasa rindu yang menggebu. Tapi setelah kita berpisah nanti, jangan ada benci apalagi caci. Kita masih bisa bertemu, dalam nyata atau dalam do’a. Kita masih bisa saling membahagiakan, dalam peluk, dalam tawa semanis saat ini. Perpisahan sebenarnya itu tidak ada, karena hanya raga kita yang terpisah, tapi jiwa kita masih bersama, dan do’a juga akan selalu mengalir mengikuti kemana pijakanmu berlalu.
      Sudut-sudut ruang multimedia pernah menjadi saksi bisu, bahwa aku disana pernah mempelajari ilmu-ilmu tentang multimedia. Disana aku mendapat banyak teman dengan beragam karakteristik, ada juga guru yang tak sekedar membagi ilmunya, tapi sekaligus beliau adalah temanku berbagi cerita. Meja, kursi, komputer, lantai-lantai yang tak pernah menangis setiap kali ku menapakkan telapak kakiku disana, atap-atap ruangan yang selalu merangkulku, memberi kehangatan, dan seisinya pasti akan selalu aku rindukan.

Rabu, 06 Mei 2015

Blink - Bahagia Setengah Mati

Curiga kamu perangkai bunga
Karna setiap dekatmu
Hatiku berbunga-bunga

Curiga kau juara mewarna
Karna setiap dekatmu
Hidupku lebih berwarna

Hanya jatuh cinta
Yang jatuhnya bukan kebawah
Karna jatuh cinta
Membuatku melambung

Bahagia setiap detik bersamamu
Bahagia bila aku disampingmu

Sumpahku
Sungguh-sungguh mencintamu
Tak kan setengah hati
Tapi setengah mati

Curiga kau juara mewarna (curiga)
Karna setiap dekatmu
Hidupku lebih berwarna

Bahagia setiap detik bersamamu
Bahagia bila aku disampingmu

Bahagia, bahagia, jadi milikmu

Bahagia setiap detik bersamamu
Bahagia bila diriku disampingmu

Setiap detik bersamamu
Bahagia bila aku disampingmu
Bahagia (ku bahagia) setiap detik bersamamu
Bahagia (bahagia) aku disampingmu
Sumpahku
Sungguh-sungguh mencintamu
Tak kan setengah hati
Tapi setengah mati

Rabu, 22 April 2015

Biodata Pricilla Blink

Nama Lengkap : Elisabeth Agatha Pricilla Soekamto
Nama Panggilan : Pricilla
Nama Lain : Agatha Pricilla, Pricilla Blink
Tempat, Tanggal lahir : Jakarta, 30 September 1997
Agama : Kristen
Sekolah : SMA Pangudi Luhur 1 Jakarta
Nama Ayah : Paulus Tonny Soekamto
Nama Ibu : Adriana Elisabeth
Nama Kakak : Alexandra Ancilla
Pacar : Ferro Walandouw
Pekerjaan : Penyanyi, Aktris, Model

Tanya Jawab Dengan Fero Walandouw tentang Hubungannya dengan Pricilla Blink

CC : Bagaimana ceritanya bisa dekat dengan Pricill?
Fero : Awalnya kami nggak banyak mengobrol. Paling hanya untuk keperluan syuting saja. Tapi, lama kelamaan, saya melihat Pricill itu berbeda, terutama saat kami ngobrol. Rasa cinta itu pun tumbuh. Kami jadi sering jalan bareng selepas syuting. Akhirnya setelah lebih dari dua ratus episode bermain bareng, saya memberanikan diri menembak Pricill. Sampai saat ini, hubungan kami sudah berjalan hampir enam bulan.

CC : Apa sih kesamaan antara kalian berdua?
Fero : Kami itu sangat cuek dan santai menjalani hubungan. Mungkin itu yang membuat saya jadi sangat menikmati hubungan ini. Saya dan Pricill juga berusaha menjalin hubungan dengan apa adanya tanpa ada masalah yang ditutupi.

CC : Ada nggak yang sering dikeluhkan Pricill tentang Anda?
Fero : Kalau lagi ada masalah, biasanya sikap saya jadi berbeda. Tiba-tiba berubah cuek dan pendiam. Pricill sering kesal dengan sikap ini. Soalnya, menurut dia masalah ketika didiamkan saja justru jadi akan menumpuk dan nggak selesai. Dari situ saya berusaha untuk belajar lebih terbuka.

CC : Apa hal romantis yang pernah Anda lakukan untuk Pricill?
Fero : Saya termasuk sering tuh, memberikan kejutan. Tapi, rasanya hal itu biasa. Bagi saya, romantis itu ketika saya mengantarkan Pricill saat tumbang di lokasi syuting ke rumah sakit. Saat itu, saya sama sekali nggak panik. Saya menunggui dia di rumah sakit hingga kondisi dia pulih. Itu romantis kan? Soalnya, saya nggak pernah bersikap seperti ini untuk seorang cewek.

CC : Sebenarnya masalah nggak perbedaan usia diantara kalian?
Fero : Nggak tuh, Pricill sangat dewasa dan bisa mengerti saya. Padahal, saya akui saya termasuk cowok egois. Dari Pricill, saya belajar untuk menahan ego dan belajar mengerti.

CC : Apakah kalian berencana untuk melanjutkan hubungan ini ke tahap serius?
Fero : Kami sempat sih, membicarakan hal tersebut. Soalnya, kami merasa sudah saling menemukan kecocokan masing-masing. Cari apa lagi? Pacaran hanya untuk main-main, buang-buang waktu, tenaga dan hati.

Source : http://www.citacinta.com/ceria/selebriti/hal.teromantis.yang.dilakukan.fero.walandouw.untuk.pricilla.blink/006/006/1919

Selasa, 21 April 2015

Fakta Personil Blink Indonesia versi "Sarah Sechan"

IFY
- Pemalas : Karena suka mager (mendingan mojok sendiri)
- Lemot :  Loadingnya agak lama
- Lucu : Rame, gak pendiem

SIVIA
- Tomboy : Gayanya lebih suka pakai sneakers, jarang nyisir
- Setia : Setia sama pacar
- Lembut : Suaranya aja yang lembut

PRICILLA :
- Manja : Minta ambil-ambilin
- Rajin : Udah kayak mama, saat minta dianterin ke toilet pasti dia mau, bikin teh pagi-pagi pas di hotel, suka keramasin rambut personil yang lain
- Boros : Beli-beli terus, tukang jajan, tapi nggak tukang traktir

FEBBY :
- Good Listener : Personil lain suka curhat ke dia, dan solusinya selalu ada
- Dewasa : Udah lulus SMA, kalau personil lain cerita bisa kasih masukan yang bagus
- Cerewet : Kalau lagi diskusi, dia yang paling cerewet
- Ceroboh : Suka naruh hp sembarangan, sampai kacanya pecah, tapi belum sampai hilang

Fakta - Fakta Tentang Pricilla Blink

1. Pricilla adalah anggota Blink yang paling muda
2. Mempunyai sifat keibuan
3. Karakter vokalnya yaitu bervribato kuat, suaranya rendah
4. Paling jago berdandan
5. Kata Pricilla "Yang menghambat kebahagiaan ada dua. Yang pertama hidup dimasa lalu. Dan yang kedua ngurusin urusan orang lain"
6. Beda 7tahun dengan kakaknya
7. Kakaknya bernama Alexandra Ancilla
8. Pernah jadi Mayoret di Marchingband Permata Bunda
9. Agama Katholik
10. Pernah meraih juara 1 Vocal Group di Sanremo, Italia tahun 2008
11. Keturunan Jawa, Tionghoa, Manado
12. Paling rajin
13. Ngefans sama Katty Perry dan Justin Bieber
14. Ngefans sama CJR
15. "Keep Calm And Be a Blink Star" adalah motto dari Pricilla
16.

Senin, 20 April 2015

Tentang BLINK (Blink Indonesia)

Nama lahir : Blink
Nama lain : Blink Indonesia
Genre : Pop, jazz
Pekerjaan : Penyanyi, aktris, model
Tahun aktif : 2011-sekarang
Label : Blackboard
Album : - BLiNK (2011)
             - Blink (2013)
             - Pongki Meet The Stars (album komplikasi) (2014) (Lagu Seindah Biasa)

Video musik :
- Sendiri Lagi (2011)
- Hello Mellow (2013)

Iklan :
- Metlife
- Antimo
- Senayan City
- Indomie
- Likuat
- Okky Jelly
- Ting-Ting
- Energen
- Toyota Kijang Innova
- Soffell
- Sasa
- Roma Kelapa
- Susu Cap Enak
- Rexona
- Mie Sedaap Cup
- Greebel
- Shopie Paris (Launching Parfume)

Filmografi :
SINETRON
- Putih Abu-Abu (2012)
- Putih Abu-Abu 2 (2013)
- Diam-Diam Suka (2013)
- Diam-Diam Suka Cinta Lama Bersemi Kembali (2014)
FTV
- Pacarku Super Star (2013)

- Indahnya Cinta Pertama (2013)

Jumat, 17 April 2015

Daftar Lagu BLINK INDONESIA

1. Sendiri Lagi
2. Dag Dig Dug (Ost. Putih Abu-Abu)
3. Dag Dig Dug ( Remix Version)
3. About You
4. About You (Remix Version)
4. Best Friend
5. Blinkin
6. Cinta Pertama
7. Jatuh Cinta
8. Sejuta Rasanya
9. OMG (Oh My God)
10. Pacar Pertama
11. Setia
12. Salamun Alaik
13. Semakin Gila
14. Gak Tahan Lagi
15. That's My Boy
16. Andaikan (Belahan Jiwa)
17. Takkan Nakal Lagi (Pricilla Blink)
18. Takut
19. CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali)
20. Hello Mellow
21. Rindu
22. Love You Kamu
23. Blinkstar
24. Twitter Dunia
25. Ini Cinta
26. Salamun Alaik
27. Allahu Akbar
28. Jatuh Cinta Lagi
29. Bahagia Setengah Mati

Sabtu, 11 April 2015

Bukan Salah Jarak....

Bukan salah jarak jika kini kita tak lagi ada di kota yang sama, perbedaan jarak yang teramat jauh untuk kutempuh tidak mudah untuk setiap hari kita (atau mungkin hanya aku saja) yang bergelut dengan rindu, rasanya ingin kuhapus kata kangen atau rinduku, tapi mana mungkin? Orang sekonyol, selucu, sepolos kamu bisa begitu saja hilang dari daya ingatku.. Walau dari jarak sejauh ini, disertai waktu yang tak pernah menyatukan kita dalam nyata, aku masih bisa tertawa dengan tingkah lucumu saat kubaca pesan singkat darimu. Kalau begitu, aku akan sangat menghargai kehadiran rindu yang selalu mengusik keramaianku, hingga akhirnya dalam hening aku memikirkan dirimu, aku akan sangat berterima kasih kepada rindu sehingga aku dapat merindukanmu setiap waktu dan semauku. Jadi bukan salah jarak jika kita memang ditakdirkan untuk tak memulai hubungan kita dari kota yang sama, aku percaya dengan adanya jarak yang jauh ini.. aku dan kamu bisa begitu mudah menembus jarak yang tak sedekat dulu, bahkan tak itu saja, aku dan kamu juga dapat menerobos rindu, dan menghentikan waktu untuk sementara, dan mengubahnya menjadi cinta..

Terima kasih cinta, telah mengajariku untuk bertahan walau perasaan ini begitu dalam lukanya, telah mengajariku untuk tetap kuat dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang tak kunjung usai, telah mengajariku untuk tegar saat dunia mulai tak mengerti, telah mengajariku untuk saling menyayangi, telah mengajariku untuk tersenyum saat kesedihan mengelilingiku, telah mengajariku untuk... untuk semuanya yang membuatku merasa nyaman dan bahagia, dan terima kasih cinta telah memberikan kebahagiaan kecil yang sengaja kau hadirkan untuk menghilangkan rasa rinduku padanya, yang jauh disana....

Jumat, 27 Maret 2015

Sekarang / Tidak Sama Sekali (curhatan Anggi)

Hola hola...  Selamat malam makhluk Tuhan paling sempurna yang bisanya cuma galau?
Biasanya gila, sekarang gilanya udah pergi, galaunya datang kembali. Yaa itu omnivora.
Ketemu lagi dengan aku Bintang, di radio suara galau bintang.. dengan tema "Sekarang atau tidak sama sekali"
Ada yang mau curhat atau sekedar request lagu?
Silakan aja, langsung telepon/sms di nomor 089 66x xxx xxx, ditunggu ya..

KRING KRING
Oh ini sudah ada yang telepon

"Radio suara galau bintang"

"Iya dengan siapa dimana?"

"Dengan Anggi Ringgo di Purwodadi nih"

"Anggi Ringgo... mau curhat / mau request lagu nih? Tema kita malam ini (Sekarang/tidak sama sekali)"

"Aku mau curhat kak"

"Ya sudah, ayo cerita. Siapa tau aku bisa membantu kamu menyelesaikannya"

"Sekarang ini aku lagi suka sama seseorang. Aku suka dengannya tanpa alasan. Entah kenapa ini bisa kualami.
Setiap hari aku selalu berusaha deketin dia, tapi kenapa rasanya itu sulit. Banyak gangguan dari beberapa
orang disekitarku. Sebenarnya aku udah berusaha banget agar bisa jalan bareng sama dia. Tapi kenapa dia
lebih memilih menjauh karena sering diejek apabila kami bicara. Aku juga udah berusaha untuk bicara sama
orang disekitarku itu agar mereka tidak lagi mengejek kami saat berdekatan. Tapi apa hasilnya, mereka malah
semakin membabi buta. Alhasil aku dan dia hanya dapat berkomunikasi lewat socmed seperti bbm dan
facebook. Jadi hika mereka bertanya padaku kenapa kalian jarang bicara tapi dekat di socmed, jawabnya
adalah karena mereka yang selalu mengusik kami berdua. Mereka tidak tau sebenarnya tekanan apa yang
kualami. Aku juga sebenarnya ingin mengatakan bahwa aku suka dengannya, tapi itu kurasa tidak mungkin
terjadi. Sebentar lagi sekolahku akan mengadakan kunjungan industri di Bali. Ini kesempatan terbaik untuk
mengungkapkannya. Menurut kak Bintang, apa yang harus aku lakukan? Melakukannya/menunggu hingga
mereka menganggap kami biasa saja lalu mengungkapkannya? Atau yang lain? Ditunggu ya kak solusinya"

"Okey Anggi Ringgo. Aku akan memberi solusi... mm maksud aku menurut aku sendiri ya, karena belum tentu
juga saranku baik menurut kamu. Menurut aku sih kamu lebih baik mengungkapkan perasaan kamu yang
sebenarnya sama orang yang kamu suka itu. Kamu tidak usah terlalu sibuk memikirkan kelakuan teman-
teman kamu. Mungkin dia terlalu iri sama kamu. Makanya mereka ingin mengusikmu. Mungkin dengan cara
bersikap lebih dewasa, bijaksana, tidak terlalu canggung dengan keadaan, bersikap biasa saja..seperti tidak
ada sesuatu yang terjadi, mungkin itu juga bisa membuatmu lebih slow and calm dalam menyatakan cinta
di bulan November nanti. Yaa aku doakan semoga laut biru, ombak yang tenang, udara yang dingin, ikan-ikan,
tumbuhan di laut bisa jadi saksi cinta kalian. Terima kasih sebelumnya sudah mau berbagi cerita sama kita.
Terus dengerin radio suara galau Bintang ya. Setiap hari jam 7-9 Malam hanya di Soundcloud GBKusuma"

Okey okey, ini ada sms masuk, dari Hana Permata di Purwodadi juga, katanya mau request lagunya Vierra
yang judulnya Seandainya..
Oke, ini dia lagunya Vierra-Seandainya

Oke, kita udahan dulu ya, kita sambung besok lagi. m m Bye bye~

Sabtu, 03 Januari 2015

3 Kembali 3 - Oleh Gusti Bintang

          Saat duduk dibangku dengan seragam pendek putih biru tua, aku, fadil, dan agus menjalin persahabatan. Kita kenal baru saja, tapi kita merasa sudah saling cocok antara satu sama lain, dan mampu memahami kehidupan masing-masing. Sejak pertama masuk di masa orientasi siswa, kami ditakdirkan untuk berada di atap yang sama, ruang yang sama, udara yang kita hirup pun sama, tak ada yang beda. Kita selalu menjalani aktifitas yang sama, sejauh ini aku merasakan tak ada langkah kita yang berbeda, selalu saja sama. Aku menyebutnya ini sahabat kecilku yang baru. Aku mulai tertanam rasa untuk memberi nama persahabatan ini adalah “Tiga Nama” karena kita mempunyai nama yang huruf depannya berurutan seperti alfabet, kita juga punya nama panggilan yang berisi hanya 3 huruf saja, dan memang persahabatan kita ada 3 anggota. Ketika kelas 7 SMP dulu, kita selalu menghabiskan waktu bersama, ke kantin, dihukum, ngerjain PR, tugas kelompok, bermain, menghabiskan waktu akhir pekan. Kita bertiga sering dipanggil orang dengan sebutan anak kembar, padahal kan kita mempunyai mimik wajah yang berbeda satu sama lain. Agus mempunyai cita-cita yang sangat mudah untuk diraih dalam satu tahun kedepan, Agus mempunyai cita-cita sederhana agar kita tetap utuh. “Suatu hari, jika kita memang ditakdirkan kembali untuk memasuki ruang yang berbeda, dengan jarak yang jauh, dan atap kita tak sama, aku ingin kita selalu bersama seperti ini. Tak ada lagi yang berbeda” harapan Agus untuk satu tahun kedepan demi keutuhan “Tiga Nama”. Aku dan Fadil tentu selalu menyetujui ketika hal tersebut masih tercium bau positif untuk persahabatan kita. Selain harapan Agus yang mulia, tapi dia juga sempat bercerita kepada aku dan fadil, jika dia tidak suka jika harus satu kelas dengan teman-teman yang selalu berkehidupan mewah, suka menghambur-hamburkan uang mereka demi kesenangan sesaat. Aku dan fadil menghargai Agus, yang tidak suka dengan orang-orang yang suka membuang uang mereka dengan hal yang sesaat.
            Hari demi hari berlalu, kami selalu menikmatinya agar ada banyak hal lagi yang akan kami lakukan bersama. Namun akhirnya semua memang berlalu begitu cepat, kebersamaan yang kita lakukan membawa kami untuk bertemu dengan ujian akhir semester. Kami selalu menambahkan kenangan disela-sela kesibukan belajar kami dengan belajar kelompok bersama di rumah kami bertiga secara bergantian. Dan akhirnya setelah setahun kita bersama didalam suka duka, untuk yang pertama kalinya kita berbeda arah, berbeda langkah. Aku dan Fadil bersama, dan kita berpisah dengan Agus. Mungkin kami perlu memperlapang dada, belajar mengikhlaskan walau tak semudah terlelap di lautan lepas. Agus mendapat teman-teman yang sebenarnya sungguh tidaklah menjadi harapannya setahun yang lalu, tapi apa boleh buat, agus harus tetap bisa bergaul dengan mereka yang setiap hari membuang harta mereka banyak-banyak untuk kesenangan semata. Aku pernah berkata kepada Fadil “Kita harus tetap bertiga, tidak berdua, apalagi sendiri. Apapun yang terjadi, keadaannya. Setiap jam istirahat kita berdua yang harus menghampiri agus untuk rutinitas di kantin sekedar memesan es teh buatan ibumu Dil”. Fadil tertawa mendengar leluconku. “Ah, kamu bisa aja Rul. Es teh buatan ibuku, tak seenak buatan ibumu. Aku pernah meminumnya saat kamu membawa sekotak makan siang dan sebungkus es teh terbungkus rapi, rasanya manis. Tapi sayang, tak semanis anaknya haha” Fadil tertawa lepas mengejek Khoirul. “Hahaha segitu bahagianya kamu ya dil mengejekku. Apalagi omongan kamu seperti speaker, kencang sekali. Aku jadi malu jadinya… Tapi tidak apa-apa, aku tau itu hanya leluconmu saja”. Saat aku dan fadil sedang bertukar tawa, saling mengejek, tiba-tiba aku melihat agus sedang berada dikerumunan mereka yang kelakuannya sungguh bukan cita-cita agus, tapi aku heran, mereka begitu akrab seperti tidak ada apa-apa diantara satu sama lain. Padahal aku tahu, agus dari setahun yang lalu tidak suka dengan sosok-sosok yang seperti mereka. Apakah mungkin agus terpaksa menjalaninya? Jika ia, mengapa kulihat selalu ada senyum yang merekah saat mereka sedang berjalan didepan kelasku? Apa untuk membuatku merasa panas tak bisa berteman dengan orang-orang seperti mereka? Tidak, agus bukan tipe orang seperti itu. Atau aku salah melihat agus? Aku selalu memikirkan keadaan agus yang semakin hari semakin menjadi. Sebelum tidur aku selalu mengirimkan pesan singkat untuknya, tapi tak pernah sekalipun ia balas setelah aku lihat mereka berjalan bersama didepan kelasku. Fadil pun berkata jika dia tak pernah melihat agus berada dikeramaian orang-orang yang mengantri es teh di kantin ibunya. Mungkin semenjak itulah agus dihasyut untuk tidak jajan di kantin ibunya fadil. Maklum, mereka yang berlimpah harta selalu jajan di kantin yang elit dan menyediakan makanan yang istimewa, tak sesederhana kantin ibunya fadil yang menjajakan makanan yang tak enak, dan tak sampai merogok kocek terlalu dalam.
            Tak hanya sekali agus dan teman barunya lewat didepan kelasku, beberapa kali aku melihatnya, menyapanya, tapi sekali lagi usahaku sia-sia, sapaanku dihempaskannya jauh seperti kita memang tak saling kenal. Apa agus malu mempunyai sahabat seperti aku dan fadil? Pikiran itu selalu masuk terlalu dalam ditelingaku. Setelah lama aku dan fadil dilupakan agus, aku mulai lelah dengan sikapnya yang selalu dingin, aku tak mau membuang waktuku, membuat waktu berhargaku terbuang sia-sia untuk sahabatku yang melupakan aku. Aku mulai berdiam diri di kelas, mengurung diri untuk jajan di kantin mana saja termasuk kantin ibunya fadil, agar aku bisa terbiasa jika aku hanya akan mempunyai satu sahabat. Fadil lah yang selalu berusaha menemaniku, mengajakku bercerita dan mengajariku untuk melupakan sesuatu yang mungkin menurut kita baik tapi menurutnya hal yang sepele. Fadil juga yang mengajariku untuk memaafkan, dan mengikhlaskan agus yang setahun lalu adalah sahabat terbaikku, bahkan aku menganggapnya melebihi fadil.
            Tiba-tiba ketika aku sedang mengurung diri di kelas, Fadil menghampiriku “Rul, bagaimana jika kita berdua bujuk agus untuk kembali mengingat perkataannya setahun yang lalu? Aku tidak melarangnya untuk berteman dengan siapa saja, tapi aku melarangnya untuk melupakan kita berdua. Aku juga tak mau melihat kamu yang setiap hari berdiam diri didalam kelas, biasanya kan kamu anaknya super aktif, kalau tiba-tiba kamu jadi anak pendiam, aku malah bingung. Aku ingin kita bertiga kembali, tak seperti ini”. Kata-kata fadil saat itu mampu membuatku semangat kembali. “Bagaimana jika nanti sore kita main ke rumahnya? Kita bicarakan soal hal ini di rumahnya, aku tunggu kamu di sekolah jam 15.00”. Fadil tersenyum dan mengacungkan ibu jarinya. Lalu tiba-tiba guru matematika sudah datang dengan membawa muka kesalnya. Padahal kemarin tak di adakan ulangan dan itu berarti tak ada nilai yang jelek. Memang begitu guru matematikaku yang satu itu, sedikit berbeda dibanding guru yang lain, mereka bersahaja, bahagia saat mengajar di kelas kami.
            Pelajaran matematika oleh ibu guru judes akhirnya kelar, aku menghela nafas panjang.Istirahat kedua pun sudah tiba, aku segera menuju ke kantin ibunya fadil sendirian, fadil sudah ada disana ketika bel mulai terdengar, ketika aku masih sibuk membereskan buku-buku matematika yang membuatku jenuh sampai terdengar bunyi diperutku. Ketika di kantin ibunya fadil, aku memesan seporsi menu makan kebiasaanku, nasi dan brokoli goreng tepung, aku memesan segelas es teh ke fadil, karena fadil membantu ibunya membuatkan minuman di kantin saat jam istirahat. Ketika pesanan ku sudah jadi, aku segera membawanya ke meja sebelah pintu agar aku bisa keluar dengan cepat, dan bisa melihat keramaian disekitar. Hari ini, jam istirahat kedua tepatnya, kantin ibunya fadil cukup ramai anak kelas 8, teman-teman seangkatanku, seperjuanganku. Ketika aku sedang melahap sesuap nasi, tiba-tiba saja agus dan teman-temannya yang baru datang, teman-temannya memesan es teh ke fadil, tapi agus tak memesannya, agus hanya mengikuti langkah mereka pergi. Ketika fadil melihat dijajaran orang yang sedang memesan es teh kepadanya, ia melihat agus dikerumunan itu, ia begitu pendiam sekali, bahkan ia tak tersenyum melihat fadil, apalagi tersenyum, melirik saja ia tak mampu, ia lebih senang menundukkan kepalanya sekarang ketika melihat aku atau fadil. Aku tak tau ketika agus berada di kantin yang sama denganku ketika makan siang, karena aku sibuk melahap makananku, hingga aku tak melihat sekitar. Tiba-tiba teman-teman agus yang baru mengejek fadil yang sedang membantu ibunya “Cepatlah! Kok lama banget... capek ya? Makanya kalau punya orang itu yang kerjanya kantoran, jadi enggak repot macam ini, mana buat es teh nya lama lagi...” ejek teman-teman baru agus dengan keras, hingga semua yang jajan di kantin ibunya fadil pandangannya menuju ke fadil, kini fadil menjadi bahan ejekan karena teman-teman baru agus. Agus hanya diam saja, mungkin dia juga bingung untuk membela yang mana. Aku segera bangkit dari bangku meja makan, dan aku langsung membela fadil yang saat itu emosinya kian meningkat, aku mengajarkannya untuk sabar, menahan emosi, ibunya fadil mengeluarkan banyak air mata dipipinya. Aku cuma bisa bilang ke ibunya fadil “Sabar bu, tak lama karma akan datang. Percayalah”. Aku langsung membayar makanan dan minumanku, kuberikan kepada ibunya selembar uang kertas berwarna ungu ke merah jambuan, lalu di kembalikannya selembar uang berwarna abu-abu. Aku lalu mengajak fadil untuk menenangkan diri di kelas. Teman-teman agus tadi tak jadi membeli, mungkin mereka hanya bermaksud untuk mengejek fadil, bukan memberinya jalan untuk menuju orang yang lebih mampu.
            Aku semakin kesal sendiri dengan sikap agus, sore ini aku dan fadil akan pergi ke rumahnya, tak jauh dari sekolah, hanya kurang lebih 200 meter saja. Ku tempuh dengan langkah kaki, sambil kugendong tas hitamku, dan aku masih mengenakan seragam batik. Aku mengetuk pintunya hanya sekali, tiba-tiba seorang laki-laki seumuranku membukakan pintu, menyapaku ramah, dan masih menundukkan kepala. Iya, itu agus. Ia menyuruhku masuk, dan duduk di ruang tamunya. Aku dan fadil tidak panjang lebar untuk menyampaikan maksud kedatanganku. Aku menanyakan mengapa sekarang ia berubah? “Hai Gus, kamu kenapa sekarang jadi berubah? Sikapmu terhadap kita dingin, tak seperti dulu, aku rindu agus yang dulu, apa karena teman baru? Kalau iya, mengapa kamu berani menjilat lidah kamu sendiri? Kalau kamu terpaksa berteman dengannya, apakah tidak ada teman yang lain yang bisa membuatmu jauh lebih baik dibandingkan yang sekarang. Mengapa sekarang kamu mulai menjauhi kami saat kami berusaha keras mendekatimu? Apa kamu sekarang sudah dibodohi mereka? Kamu mungkin tak tau maksud mereka, bisa jadi mereka membodohi kamu agar kita bisa diadu domba, kalau kamu memang orang yang pintar, pasti kamu tidak akan seperti itu kan Gus?” pertanyaanku yang seperti kereta api itu langsung keluar dari mulutku, karena aku sudah ingin menanyakan ini jauh hari sebelumnya. “Maafkan aku, rul, dil. Kalau kalian menganggap aku berubah itu benar, tapi tidak pernah bermaksud menjauhi kalian, di kelas aku, siswa laki-lakinya hanya orang-orang seperti itu saja dan aku. Jadi aku bisa apa? Apa iya aku harus bergaul dengan siswa perempuan yang sukanya bermain masak-masakan? Aku juga mengerti rul, maka dari itu, aku tidak pernah mengangkat kepalaku sedikitpun ketika aku melihat kalian, karena aku tidak mau terlihat menantang kalian, kalian masih sahabatku, aku masih seringkali menceritakan kalian pada orang tuaku, ketika kalian sesekali pernah menyapaku tapi aku tak meresponnya, aku sudah memilih jalan ini rul, dil. Dan ini harus tetap kujalani sampai satu tahun kedepan, setelah akhirnya kita mungkin bisa dipersatukan kembali” jawabnya sambil menuangkan air putih di gelasku, dan gelasnya fadil. “Kamu memilih untuk berhenti menjadi sahabatku dan fadil atau kamu memilih berteman dengan mereka yang dulu sering kamu ceritakan hal buruknya kepada kita?” tanyaku untuk meyakinkannya sekali lagi. “Kalian. Kalian sahabatku, mereka hanya temanku sesaat, mereka hanya ada saat aku sedang suka, tapi mereka menjauh saat aku duka” jawabnya dengan bijaksana. “Kita kembali 3 kan rul, gus?” tanya fadil dengan tawa kecilnya. “Iya dong, dari 3 pasti kembali 3” jawabku dengan santai. “Terima kasih kalian sudah mau menerimaku kembali, dan memaafkan kesalahanku selama ini. Kalian memang sahabatku. TIGA NAMA!!!” setelah aku berucap terima kasih, kami bertiga bersorak-sorai tertawa lega. Akhirnya persahabatan kami bisa kembali lagi.


--BERSAMBUNG--

Latihan, semoga OJT di RRI..

Selamat malam pendengar setia radio galau bintang
Ketemu sama malam minggu lagi nih, dimana yang punya pasangan pada keluar, yang jojoba alias jomblo jomblo bahagia lagi hang out sama temen atau keluarga, yang LDR bisa jadi keluarnya sama selingkuhan hihi. Dan mungkin ada juga yang punya pacar tapi di daerahnya lagi hujan deres, ngurungin diri di kamar sambil dengerin radio galau bintang. Ada kan? Ada dong.. iya kan? Iya dong..
Malam minggu kalau hujan deres gini ya rejekinya buat yang lagi sendirian nih, tapi nggakpapa, aku bakal nemenin malam minggu kelabu kalian dengan curhatan-curhatan temen-temen semua yang udah sharing ke kita. Kalian juga bisa kirimin kita kalimat2 yang nyentuh, yang romantis, yang sedih2 gitu dweehh...

Tema kita malam ini adalah.. apa ya? Mmm... ada yang tau? Coba tebak!
Malam ini kita free theme aja ya, seterah kau kau kau manusia, mau sharing kalimat2 galau, atau curhatan2 sakarepmuah deh.
Kamu kamu kamu bisa telepon di nomor 089 668 xxx xxx
Nggak ada banyak pulsa? Sms bisa kok. Pulsa habis tp kuota always on nya masih? Bisa kirim email kusumaningrumg@gmail.com
Tak tunggu yo mas mbak prokonco.

Nah, ada email yang masuk dari...sebut saja si A, dia ngirimin kata2 lewat email. Tp dia juga pesen kalau nggak mau disebutin alamat emailnya. Dia titip salam buat seseorang untuk peka, udah gitu aja. Oke, aku bacain ya..

"Saat aku mulai mengenal pandangan pertama, disaat itulah aku mengenal cinta. Dan ketika aku mengenal cinta, saat itu jugalah, aku harus berani bergulat dengan yang namanya galau.
Perasaan sedih tak karuan, ditinggal pacar, LDR, atau mungkin jomblo. Jadi, galau itu adalah sifat yang dimiliki semua orang.
Saat aku mulai mekar, disaat itulah aku mulai jatuh cinta
Namun, ketika tidak ada yang menyiramnya dengan segenap perhatian, maka aku akan layu karena aku patah hati
Semua itu tak lepas dari kata, Cinta
Setiap kali aku bertemu cinta, aku sebel banget jika aku harus bertemu juga sama si galau. Dia nyebelin banget, buat aku gegana
Gimana sih caranya buat  galau sama cinta itu pacaran?
Biar mereka juga ngerasain apa yang orang-orang rasain gitu deh. Masa iya mereke egois sama kita? Ih, jahat banget sih. Lalu bagaimana caranya untuk membuat kita pacaran, dan galau sama si cinta bertengkar?
Mmmm… mungkin itu ide bagus
Tapi mungkin… walaupun kita pacaran, dan si galau sama si cinta bertengkar
Akhirnya kita akan putus juga. Yaaah endingnya not spec banget deh pokoknya
Apalagi…kalau udah putus, endingnya juga pasti berantem
Nah, mulai sekarang aku harus mulai belajar menentukan satu pilihan yang mungkin aku anggap itu benar
Namun, jika aku salah menentukan pilihanku, buat aku semangat kembali. Ayo semangatin aku
Agar aku juga tak ganggu pikiranmu lagi
Ayo bantu aku keluar dari hatimu
Dari penjaramu. Masaku untuk kau tahan di penjara hatimu kini telah habis
Maka keluarkan aku… agar aku bisa bebas tanpa harus memikirkan kamu"

LOL banget ya, masa iya galau sama cinta pacaran? Sekate-kate binggo ini orang :v ada ada aja haha
Tapi nggakpapa, matur thank you kalimat2nya..

Udahan dulu ya siaran kita malam ini seputar malam minggu kelabu
tetep dengerin radio suara galau bintang
Semoga malam minggu yang akan datang nggak akan kelabu lagi hihihi
Beli sepatu diantar sama si Akmal, terima kasih dan bye maksimal.