Selasa, 18 Juni 2019

Aku Kalah dengan Si Rindu


Malam tadi sebenarnya apa yang terjadi pada ruang kita?
Apakah aku sedang tidak diperbolehkan singgah disana sebentar?
Dengan menjelaskan padaku melalui mimpi yang tiba-tiba hadir disana dan berkata bahwa kamu baik-baik saja, apakah itu semuanya cukup untuk membuatku merasa tenang? Ketahuilah bahwa cemas selalu melingkupiku.
Entahlah kemana kaki mungilmu itu pergi, tetap saja aku ingin mencarinya. Bahkan senyuman dengan gigi yang rata itu sengaja berkeliling diotakku, seolah memberitahuku untuk menemui pemiliknya. Atau suaramu yang khas, seperti sudah melekat erat pada daun telingaku, seakan memberi tantangan padaku untuk mencari sumber suara itu berada lewat setiap kata yang kau ucap itu menggema ke seluruh dunia.
Hari ini aku putuskan untuk mengalah dan menyerah pada tiap-tiap rindu yang hadir membelenggu dan selalu meminta untuk diberi titik temu.
Aku masih berdiam disini, menunggu sebuah sinyal dimana kita bisa kembali pada ruang dimana terakhir kita bertemu untuk menyelesaikan rindu yang saat ini hadir sebagai pelengkap kegundahanku.
Hari ini, aku hanya bisa berharap semoga situasi seperti ini tidak akan pernah hadir pada hari-hari berikutnya. Aku hanya ingin bertemu, si rindu sudah terlalu lama bersarang dan mengusikku untuk menemuimu.
Namun dengan kamu bilang pada mimpiku, bahwa kamu sedang baik-baik saja. Aku sudah mengerti bagaimana aku harus bersikap kepadamu mulai saat itu.
Tuan, ruang sendirimu kini sudah siap, silakan beristirahat, dan aku akan pergi sejenak.

Senin, 27 Mei 2019

Investasi Bersamamu

Akhir-akhir ini aku seringkali mendengar suaramu walau sebatas telepon genggam dan dengan percakapan yang terbatas
Apakah kamu sudah bisa menangkap senyumku saat itu?
Aku selalu riang mendengar teleponku berdering menuliskan namamu dalam layar
Aku juga selalu mengharapkan setelah suara yang tiba-tiba kamu putus itu akan tersambung lagi
Yah, walaupun hanya terulang sekali saja dengan percakapan yang lebih singkat, atau kadang malah tak terulang
Aku sedang berinvestasi menanamkan kesabaran, berusaha untuk selalu ada saat kamu butuh, ataupun tidak
Karena aku selalu bahagia, selama aku berada disampingmu

Superego

Hai, aku adalah teman dekatmu
Bahkan lebih dekat daripada urat nadimu
Meski kau tak pernah tahu, akulah seseorang yang berada didalam hidupmu tanpa kamu tahu
Aku superegomu, aku yang mengajarkanmu agar kamu tetap tegar menghadapi duniamu yang kamu pilih
Yang didalamnya, kamu memiliki keluarga yang menyayangimu tanpa batas
Teman yang ada, walaupun bukan selalu, karena kau menyadari benar, temanmu jaraknya tak bisa kau gulung secepat kamu membutuhkannya
Selain itu, ada juga yang selalu ada disampingmu namun hatinya bukan untukmu
Dan aku sebagai superegomu, aku sudah berusaha memberitahumu agar kamu tetap bertahan dan mempertahankan hubungan kalian, karena kita hidup untuk bersosial, kamu nggak bisa sendirian, suatu saat kamu akan merasa butuh, dan temanmu itu juga akan membutuhkan tanganmu
Aku tahu meski percintaanmu tidak seperti orang sekitarmu, tapi aku selalu mengajarkanmu untuk sellau ikhlas disakiti berkali-kali bahkan hingga kamu tak bisa jatuh cinta lagi.
Meski kau sudah kuberi tahu dalam setiap langkahmu agar tak ceroboh menaruh hati pada laki-laki yang sering berada di dekatmu saat ini.
Ketahuilah, aku sakit hati dengan egomu yang tetap berusaha mempertahankan hubungan kalian, aku merasa sakit ketika kamu justru direndahkan, dihancurkan beberapa kali, tapi mengapa ombaknya tak bisa menghancurkanmu? Hatimu sekuat karang tak berpenghuni.
Aku yang thau tentang hal ini, bukan mereka.
Mereka hanya tahu egomu saja.
Sedangkan aku? Aku ini superegomu.
Lebih tahu dari siapapun mengenai hatimu

Terimakasih

Kuucapkan beribu terimakasih untukmu yang telah mengalihkan duniaku yang kelam kemudian menengok kearahmu yang lebih baik
Aku tak mengira akan seperti ini ujungnya pertemuan kita ditengah aku sedang berusaha melupakannya
Karena mengharapkanmu pun hati ini tak mampu, tapi kini aku sudah terlanjur nyaman bersandar di pundak yang selalu memperhatikanku
Aku pun tak pernah tahu, harus dinamai apa kedekatan singkat kita ini
Tapi yang pasti, sekali lagi aku mengucap terimakasih karena sudha berhasil membuatku tak berusaha mencari tahunya lagi dan perlahan aku juga sanggup merelakan hatinya
Untuk hadirmu yang sementara, kamu berhasil mengalihkan duniaku

Malam

Ada hal yang tidak kusuka ketika aku harus bertemu kembali dengan gelap
Karena disana aku tidak bisa tanpa merindukannya
Padahal sudah kutitipkan rindu pada mentari pagi
Biar saja rinduku hilang terbawa mengitari bumi
Toh rinduku saja mana pernah kau balas?
Juga mana bisa aku merindu sendiri?
Aku butuh kamu untuk berdua menopang rindu
Walau sebenarnya rindu ini teruntuk kamu yang jauh
Juga tiada menaruh hati padaku
Aku merindukanmu untuk duduk disampingku
Menikmati senja sebelum hilang ditelan malam

Untukmu yang Bahagia Karena Kisahnya Telah Abadi

Waktu ini berjalan dengan sangat cepat
Membawaku pada halaman ini
Halaman, dimana tokoh aku dan judul dalam buku ini bertemu kembali dalam nyata
Semesta telah mempertemukannya kembali dalam ruang rindu yang sama
Tokoh aku dan judul dalam buku inipun turut bahagia karena cintanya telah disatukan
Mereka telah berhasil bersabar hingga penantian berharganya terwujud
Keduanya telah mengungkap rahasia-rahasia yang ternyata telah di pendam lama
Sama sekali mereka tak pernah menyangka akan seperti ini ujungnya
Namun ketika bahagia sudah di depan mata
Mereka tidak akan menutup matanya untuk semua hal ini

Labirin

Aku tidak pernah berpikir untuk menyerah mencari tahu tentangmu
Meski selalu sulit untuk aku mengetahuinya
Tapi aku senang mencari tahu tentangmu, selalu
Tak pernah sedikitpun aku mengeluh
Semua tentangmu menarik
Dan selalu membuat aku ingin untuk menggalinya lebih dalam
Pernah aku lelah, tapi tak sampai menyerah
Pernah juga aku tersesat
Tapi ujungnya aku tahu jalan keluarnya
Aku suka lika-liku ketika sedang menelusuri tentangmu
Tak apa jika aku harus terjebak didalam labirinmu
Biarkan, aku lebih suka disini
Biar aku terjebak didalamnya bersama pemiliknya
Karena aku sangat yakin
Kita bisa menyatu