Jumat, 20 Maret 2020

TOP 15 Finalis Indonesian Idol X

TOP 15 : DELLA (Alda Wiyekedella) 20th, Surabaya
TOP 14 : OLIVIA (Olivia Pardede) 26th, Jakarta
TOP 13 : OLA (Ola Elannor) 24th, Mojokerto
TOP 12 : KEISYA (Keisya Levronka) 16th, Malang
TOP 11 : RICHARD (Richard Simanjuntak) 23th, Yogyakarta
TOP 10 : SAMUEL (Samuel Cipta) 16th, Jakarta
TOP 9 : AGE (Agseisa Galuh) 26th, Banjarmasin
TOP 8 : NOVIA (Novia Bachmid) 17th, Bolaang Mongondow
TOP 7 : AINUN (Ainun Irsani) 19th, Palopo
TOP 6 : MIRABETH (Mirabeth Sonia) 24th, Samarinda
TOP 5 : MAHALINI (Mahalini Raharja) 19th, Bali
TOP 4 : NUCA (Raja Giannuca) 17th, Solo
TOP 3 : ZIVA (Ziva Magnolya) 18th, Bogor
RUNNER UP : TIARA (Tiara Anugrah) 17th, Jember
WINNER : LYODRA (Lyodra Ginting) 16th, Medan

Kamis, 19 Maret 2020

Lagu yang Dinyanyikan Nuca Sepanjang Idol X

1. Audisi : Let It Go - James Bay
2. Elimination 1 : Stay With Me - Sam Smith
3. Elimination 2 : 2002 - Annie Marrie
4. Elimination 3 : Langit Abu-Abu - Tulus
5. Showcase : Lost In Japan - Shawn Mendes
6. Final Showcase : I Don't Care - Ed Sheeran
7. Spektakuler Show TOP 15 : Sayap Pelindungmu - The Overtunes
8. Spektakuler Show TOP 14 : Perfect - Ed Sheeran
9. Spektakuler Show TOP 13 : I Can't Make You Love Me - Bonnie Rait
10. Spektakuler Show TOP 12 : Location Unknown - Honne Ft. Georgia
11. Spektakuler Show TOP 11 : Lebih Indah - Adera
12. Spektakuler Show TOP 10 : Selepas Kau Pergi - La Luna
13. Spektakuler Show TOP 9 : Menjaga Hati - Yovie n Nuno
14. Spektakuler Show TOP 8 : Sewu Kuto - Didi Kempot
15. Spektakuler Show TOP 7 : Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan - Payung Teduh
16. Spektakuler Show TOP 6 : New Light - John Mayer
17. Spektakuler Show TOP 5 : A Thousand Years (Ft. BCL) - Christina Perri & Pernah Muda - BCL
18. Spektakuler Show TOP 4 : Harusnya Aku (Ft. Armada dan Ziva) - Armada & Story Of My Life - One Direction

Biodata Lengkap Nuca Idol X

Nama Ayah : Muhammad Fachruddin (Aru)
Nama Ibu : Angke Verayani Trasna Dewi (Angke)
Nama Lengkap Saudara Kandung Nuca :
1. Tsana Salsabila Putri (Putri)
2. Muhammad Axel Putra (Axel)
3. Muhammad Raja Giannuca Putra (Nuca)
4. Muhammad Dru Almer Putra (Dru)
5. Drea Janeeta Putri (Drea)
6. Muhammad Arsenio Rajendra Putra (Nio)

Tanggal Lahir Saudara Kandung Nuca :
1. Putri : 20 Desember 2000
2. Axel : 30 Januari 2001
3. Nuca : 27 Juli 2002
4. Dru : 19 November 2008
5. Drea : 23 Februari 2012
6. Nio : 27 Juli 2014

Karya-Karya Nuca :
1. Cinta Pertama (Short Movie) - Sekolah Operet Surabaya
2. Kami Tak Takut (Single) - Solo Voice United
3. Indonesia Adalah Kita (Single) - Solo Voice United
4. Bendera (Single) - Aku Anak Indonesia
5. Ayah (Single) - Presiden Musikindo
6. Jadilah Pendampingku (Single) - Presiden Musikindo
7. Dream Concert Nuca (Concert)
8. Jatuh Hati (Single) - Presiden Musikindo
9. Crollate (Single) - Presiden Musikindo
10. Never Let You Go (Single) - Bryant & Agnya Ft. Nuca
11. "Cinta, Mengapa Kita Beda?" (Drama Musical)

Ajanag Pencarian Bakat (TV) :
1. TOP 4 - Indonesia Mencari Bakat (2014)
2. Runner Up - The Voice Kids Indonesia (2016)
3. TOP 4 - Indonesian Idol X (2020)

Akun Resmi Media Sosial :
1. Instagram : @drunuca02
2. Twitter : @nucaidol10
3. Youtube : Raja Giannuca Official

Nama Fanbase : Sobatnuca
Hari Jadi Fanbase : 25 Agustus 2014
Hari Jadi Akun Resmi Fanbase : Surakarta, 15 Januari 2017
Nama Akun Resmi Fanbase :
1. Instagram : @sobatnuca.id
2. Twitter : @sobatnuca
3. Facebook : Sobat Nuca
4. Youtube : Official Sobat Nuca
5. Website : www.sobatnuca.id

Selasa, 10 Maret 2020

Kencan Pertama


Mentari pagi sapaku dengan sinarnya
Oh ternyata ia ingatkanku untuk menemuinya
Aku ingin segera menyapa
Tuk lihat senyumnya

Ku kayuh sepedaku cepat melaju
Ku tak sabar ingin bertemu
Kencanku pukul setengah satu
Tapi kusiapkan mentalku dari pukul tujuh

Hadirnya menyapa manis
Rambutnya yang di klimis
Buat senyumnya begitu manis
Ah, aku suka hari Kamis

Kusuka padanya, sayanginya jua
Kucinta ia entah mengapa
Tak ada alasan untuk tak saling sapa
Apalagi tak merindu dan doakannya

Surat untuk Tuan

Tuan, terimakasih sekali telah mampir dan menemani hari-hari saya dengan penuh warna. Meski kini warna-warni itu sudah kembali jadi kelabu, karena tuan memberikan sinyal yang buruk kepada saya akan seseorang di masalalu yang tiba-tiba hadir menyapa tuan kembali sehingga membuat lupa tuan akan saya.

Izinkan saya bertekuk meminta maaf padamu karena saya telah berani memasuki ruang hatimu yang sempat kosong tanpa permisi. Sehingga apapun yang terjadi pada kita akan semestinya tersimpan disana, yang pada akhirnya ternyata membuat saya pun terluka.

Tuan memang tidak salah, hanya saya saja yang lekas mengartikan kedekatan kita ini adalah berdasarkan rasa layaknya dua orang telah jatuh cinta. Tapi faktanya, hanya saya saja, tidak denganmu. Jelas, bila rasa ini hadir pada satu pihak saja, pihak lainnya akan mendapati lukanya. Bukan sama-sama jatuh lalu mencinta.

Tapi tuan, saya bersyukur. Karena sempat menjadi tempatmu melepas rindu, tempatmu membuang sampah-sampah kisahmu yang tabu, pun menjadi tempat pengistirahatanmu mencari jati diri yang sebentar lagi akan segera kau temukan.

Lalu, bolehkah kita kembali menjadi teman? Maksud saya, tanpa terngiang bila kita pernah berdua diatas motor menceritakan tentang hari itu. Bisakah kembali berteman dan bergandeng tangan tanpa pernah lagi didasari perasaan? Untuk pertanyaan ini, biar aku saja yang menjawab. Semoga saya lekas mampu. Namun tuan harus membantu saya bahwa saya tak boleh terlalu lelap dalam mimpi saya menjadi seorang kekasihmu.

Ini sulit sekali, saya paham hal ini. Saya juga sudah memikirkan ini sejak jauh hari, dan kejadian-kejadian seperti ini bukan kejadian pertama kali bagi saya. Semoga saja, saya masih ingat bagaimana saya bisa menyembuhkan luka patah hati di masalalalu, selain bertemu dengan tuan. Akan kuingat kembali memori-memori sebelum saya bertatap dengan tuan.

Selasa, 24 September 2019

Beri Aku Minggumu


Aku ingat pertama kali kita bertemu
Kita berjumpa di hari Rabu
Dimana awalnya tampak semu dan kelabu
Hingga akhirnya hatiku jatuh pada sosokmu

Seringkali ingat tentangmu
Tapi apa daya, waktu belum memihakku
Sering membuatku rindu
Tapi tak pernah ia beri temu

Aku ingat sekali tingkah lucumu
Di hari pertama kita bertemu
Detak jantungku menggebu
Kau tahu? Saat itu aku tak berani menatapmu

Untuk beberapa waktu
Atau sekadar melintas diambang mata indahmu
Aku suka dengar tertawamu
Bahkan aku sudah tahu dimana ragamu tanpa memandangmu

Hanya lewat suaramu yang terdengar merdu di gendang telingaku
Lalu kucari sosokmu
Barangkali akan tertangkap dikedua mataku
Agar bisa kusimpan pada sebuah ruang dihati dan otakku

Andai saja kau tahu
Apa yang sedang terjadi pada hatiku
Ia sedang tak ingin diganggu
Ketika sudah temuimu di sudut waktu

Lalu terus menunggu
Menunggu bertemu hari Minggu
Katamu kau akan katakan sesuatu
Tentang semua hal yang sering membuatku halu

Tuan, boleh aku merindu?
Tak usah kau beri lama waktu
Sekejap saja, asal berikan hanya padaku
Bukan yang lain, seseorang yang bukan aku

Aku rindu hadirmu
Meski seringkali datang dan berlalu
Entah sunyi atau ramai, aku hanya butuhkanmu
Tak peduli yang lain, mereka sekadar angin lalu bagiku

Maaf aku egois jika tentangmu
Mengertilah tidak semuanya mudah untukku
Membiarkanmu jatuh pada hati yang bukan hatiku
Percayalah bahwa aku tak akan pernah mampu untuk itu

Senyummu bagai mentari di musim yang lalu
Selalu mampu hangatkan tubuhku
Tawamu obati hatiku yang pilu
Jangan pernah pergi dan berubah untukku

Tuan, meski waktumu tak selamanya untukku
Tapi hanya senyummu yang teduhkan hatiku
Aku tak ‘kan menuntut banyak hal darimu
Cukup sisakan saja hari Minggumu dan habiskan denganku

Berdua saja, mengelilingi kota hingga sang surya pamit berlalu
Atau jika diizinkan, kuingin menunggu terbitnya denganmu
Sambil kubacakan sebuah cerita yang ada di buku cantik berwarna ungu
Kasih, aku rindu duduk berdua denganmu

Menikmati senja sambil memandangimu
Atau sembari dengarkanmu ceritakan hari itu
Ditambah rangkulan manis tanganmu yang melingkari pundakku
Kemudian kita saling tatap dan tersipu

Meski begitu, kau harus tahu
Jika ada hati yang ingin selalu katakan padamu
Ada hati yang tak ingin lewati senja di hari Minggu tanpamu
Karena tanpamu, aku akan kembali sendu merindu

Selasa, 18 Juni 2019

Aku Kalah dengan Si Rindu


Malam tadi sebenarnya apa yang terjadi pada ruang kita?
Apakah aku sedang tidak diperbolehkan singgah disana sebentar?
Dengan menjelaskan padaku melalui mimpi yang tiba-tiba hadir disana dan berkata bahwa kamu baik-baik saja, apakah itu semuanya cukup untuk membuatku merasa tenang? Ketahuilah bahwa cemas selalu melingkupiku.
Entahlah kemana kaki mungilmu itu pergi, tetap saja aku ingin mencarinya. Bahkan senyuman dengan gigi yang rata itu sengaja berkeliling diotakku, seolah memberitahuku untuk menemui pemiliknya. Atau suaramu yang khas, seperti sudah melekat erat pada daun telingaku, seakan memberi tantangan padaku untuk mencari sumber suara itu berada lewat setiap kata yang kau ucap itu menggema ke seluruh dunia.
Hari ini aku putuskan untuk mengalah dan menyerah pada tiap-tiap rindu yang hadir membelenggu dan selalu meminta untuk diberi titik temu.
Aku masih berdiam disini, menunggu sebuah sinyal dimana kita bisa kembali pada ruang dimana terakhir kita bertemu untuk menyelesaikan rindu yang saat ini hadir sebagai pelengkap kegundahanku.
Hari ini, aku hanya bisa berharap semoga situasi seperti ini tidak akan pernah hadir pada hari-hari berikutnya. Aku hanya ingin bertemu, si rindu sudah terlalu lama bersarang dan mengusikku untuk menemuimu.
Namun dengan kamu bilang pada mimpiku, bahwa kamu sedang baik-baik saja. Aku sudah mengerti bagaimana aku harus bersikap kepadamu mulai saat itu.
Tuan, ruang sendirimu kini sudah siap, silakan beristirahat, dan aku akan pergi sejenak.