Sabtu, 09 Mei 2015

Berpisah dengan Multi Media?

       Halo, namaku Bintang, siswa kelas XI Multi Media SMK N 1 Purwodadi. Aku senang sekali bisa menjadi bagian dari keluarga multimedia, disini tak hanya ilmu yang kudapat, tapi juga kesenangan bahkan kesedihan. Iya, kesenangannya karena pelajaran multimedia itu asyik dan tidak membosankan, kita bisa mengekspresikan sendiri tanpa ada batasannya. Seperti pelajaran Fotografi, mungkin fotografi tidak asing bagi kalangan anak muda jaman sekarang, tapi sebenarnya fotografi mempunyai banyak sekali teknik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan di jurusan multimedia ini, aku mempelajarinya. Membuat film juga, dengan membuat film, kita bisa sedikit memahami betapa lelahnya seorang aktor yang memerankan perannya, seorang sutradara yang sibuk mengatur jalannya pembuatan film, betapa lelah seorang kameramen mencari angle dan shot yang menarik, dan jenuhnya editor mengedit scene demi scene yang tak terhitung dalam sekali pembuatan film. Kesedihannya karena dengan banyaknya tugas yang berbaris mengantri untuk dikerjakan membuatku sangat lelah dan kadang hampir putus asa. Tapi, yang selalu kuingat “Kalau kita sudah memulainya, kita harus bisa mengakhirinya”. Ibaratnya, kita sedang dalam perjalanan yang sangat jauh untuk ditempuh, membutuhkan berjam-jam untuk melewatinya, tapi setelah kita berjalan separuhnya lebih, apakah kita rela memutar balik arah kita yang tadinya ingin ke tempat A menjadi ke tempat semula? Tidak kan?.
      Aku tak bisa membayangkan, bagaimana jika teman yang sudah menemani hari-hariku selama 3 tahun nantinya akan berpisah. Tapi rasa ditinggal teman-teman yang sudah rela menumpahkan cerita kesehariannya kepada kita, pasti tak cukup dengan kata “berat”. Ada kegelisahan, ada kegalauan, ada kesedihan yang mendalam saat merasakan perpisahan.        Tapi, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, cepat atau lambat, pepatah ini akan terjadi pada siapapun, termasuk aku. Tentu ada air mata, tentu ada semilir duka, tapi aku percaya bahwa semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja. Karena kita sebagai manusia pasti punya rasa rindu yang menggebu. Tapi setelah kita berpisah nanti, jangan ada benci apalagi caci. Kita masih bisa bertemu, dalam nyata atau dalam do’a. Kita masih bisa saling membahagiakan, dalam peluk, dalam tawa semanis saat ini. Perpisahan sebenarnya itu tidak ada, karena hanya raga kita yang terpisah, tapi jiwa kita masih bersama, dan do’a juga akan selalu mengalir mengikuti kemana pijakanmu berlalu.
      Sudut-sudut ruang multimedia pernah menjadi saksi bisu, bahwa aku disana pernah mempelajari ilmu-ilmu tentang multimedia. Disana aku mendapat banyak teman dengan beragam karakteristik, ada juga guru yang tak sekedar membagi ilmunya, tapi sekaligus beliau adalah temanku berbagi cerita. Meja, kursi, komputer, lantai-lantai yang tak pernah menangis setiap kali ku menapakkan telapak kakiku disana, atap-atap ruangan yang selalu merangkulku, memberi kehangatan, dan seisinya pasti akan selalu aku rindukan.

Rabu, 06 Mei 2015

Blink - Bahagia Setengah Mati

Curiga kamu perangkai bunga
Karna setiap dekatmu
Hatiku berbunga-bunga

Curiga kau juara mewarna
Karna setiap dekatmu
Hidupku lebih berwarna

Hanya jatuh cinta
Yang jatuhnya bukan kebawah
Karna jatuh cinta
Membuatku melambung

Bahagia setiap detik bersamamu
Bahagia bila aku disampingmu

Sumpahku
Sungguh-sungguh mencintamu
Tak kan setengah hati
Tapi setengah mati

Curiga kau juara mewarna (curiga)
Karna setiap dekatmu
Hidupku lebih berwarna

Bahagia setiap detik bersamamu
Bahagia bila aku disampingmu

Bahagia, bahagia, jadi milikmu

Bahagia setiap detik bersamamu
Bahagia bila diriku disampingmu

Setiap detik bersamamu
Bahagia bila aku disampingmu
Bahagia (ku bahagia) setiap detik bersamamu
Bahagia (bahagia) aku disampingmu
Sumpahku
Sungguh-sungguh mencintamu
Tak kan setengah hati
Tapi setengah mati