Rabu, 13 September 2017

Rasa Tak Sampai

Jika saat ini menjadi sahabat bisa membuat kita terbiasa bersama..
Aku tak masalah selama kamu tidak menguasai hatiku.
Selama air mataku tidak disebabkan olehmu.
Dan jika pada akhirnya kita tetap berakhir menjadi sepasang sahabat..
Aku harap kamu tidak pernah tau perasaanku.
Karena menurutku itu sebuah keterlambatan waktu menyampaikan rasaku dan kebodohanku tidak pernah menyampaikan rasaku sejak dulu.
Walau pada akhirnya akan berakhir sama.

Penulis : Gusti Bintang K

Kalimatmu Tidak Pernah Selesai...

Kita pernah berbicara berdua saja mengenai perasaan.
Kamu juga ingin membicarakan tentang perasaan kita lebih jauh.
Tiba-tiba, kalimatmu terhenti begitu saja.
Kalimat terus menghantui perasaanku.
Kalimat yang seharusnya kamu selesaikan itu ternyata tidak pernah selesai sampai detik ini.
Apa kamu belum siap membicarakan tentang perasaanmu denganku?

Penulis : Gusti Bintang K

Selesaikan Dulu Kalimatmu....

Berkali-kali sampai sabarku habis.
Banyak kalimat yang tidak kamu selesaikan.
Dan lagi-lagi, aku yang harus menunggu.
Kamu tau bagaimana rasanya ditinggal tanpa kepastian?
Rasanya digantungkan?
Oh, kali ini tentu bukan tentang perasaan.
Kali ini tentang kepastian.
Sebagai calon imam, kamu harusnya lebih tegas 'bukan?
Entahlah, mengapa di usiamu yang sekarang masih saja bersikap layaknya anak-anak.
Jangan cuma banyak tanya, banyak bicara tanpa realisasi.

Penulis : Gusti Bintang K

Menyembunyikan Rasa?

Andai aku bisa dengan mudah mengungkapkan rasa yang sedang kurasakan.
Kamu nggak tau rasanya memendam rasa sendirian dan menutupi segalanya, berpura-pura tidak menyembunyikan sesuatu padahal ingin sekali ku umbar padamu.
Seandainya kamu itu aku, kamu nggak akan bisa menutup rapat rasa itu, pasti kamu ingin aku segera mengetahui.
Tapi percayalah, mengungkapkannya tak semudah menyembunyikannya.
Aku sudah berusaha memberitahumu lewat sandi-sandi yang seharusnya tak perlu kuceritakan tapi kamu tetap paham, ternyata kamu berlagak bodoh.
Mengabaikan ungkapanku yang sungguh kamu tau itu meruntuhkan harga diriku sendiri dihadapanmu.

Penulis : Gusti Bintang K

Menulis Itu Menguntungkan. Ya/Tidak?

Menulis itu menguntungkan. Faktanya, banyak penulis yang sukses karena sebaris tulisannya. Banyak pengalaman tidak melulu abadi dalam foto, tetapi bisa pula abadi dalam tulisan. Hanya karena menulis, seseorang yang galau bisa kembali bahagia setelah apa yang membuatnya galau sudah tertuang.
Menulis itu menguntungkan. Kita tidak perlu bercerita kepada orang lain ketika memiliki permasalahan pribadi. Bisa aman tidak diketahui orang lain dengan hanya menarikan pena diatas kertas putih.
Menulis itu ruang kesendirianku yang menguntungkan.

Penulis: Gusti Bintang K

Samuel dan Anggi, Denok Kenang FEB UDINUS 2017

Fakultas kuning UDINUS di hari ketiga ini menggelar acara Denok Kenang. Denok Kenang yang diselenggarakan disini bukan mendatangkan Denok Kenangnya Semarang, namun mengajak para dinusian baru untuk menjadi Denok Kenangnya FEB. Acara Denok Kenang adalah acara tahunan fakultas ini yang bertujuan untuk melatih dinusian baru berbicara di depan umum agar kepercayaan diri mereka makin terlihat. Proses penjurian dilakukan oleh Dekan, Sekretaris Dekan, Ketua Program Studi Akuntansi, serta Dosen Manajemen. Kriteria penilaiannya dilihat dari asal mereka, prestasi yang pernah mereka raih, dan bakat. Penilaian ini benar-benar murni dari juri tanpa campur tangan dari panitia. Peran Denok Kenang sendiri itu sebagai ikon FEB yang dapat memberikan contoh yang baik untuk seluruh mahasiswa terutama mahasiswa FEB dan dapat bekerja sama dengan siapa pun. Ajang ini menghasilkan juara terbaik yang diraih oleh pasangan Riandini Anggita mahasiswi baru program studi Akuntansi (B12.2017.03487) berasal dari Semarang dan Tejang Samuel Giovanni Csw, mahasiswa baru program studi Manajemen (B11.2017.04698) yang juga berasal dari Semarang.


            “Kesannya setelah dinobatkan sebagai Denok Kenang Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun ini sangat bangga, dan harapannya bisa menjadi contoh bagi mahasiswa baru lainnya. Sebenarnya kami pun tidak menyangka, karena pasangan kami masing-masing bukan pasangan yang sekarang, jadi sangat mendadak. Jadi kami tidak menyangka akan menjadi pasangan Denok Kenang untuk tahun ini di fakultas kami. Pada saat menunjukkan bakat kami tadi juga hanya berlatih tadi malam saja. Namun kami melakukannya dengan sangat percaya diri.” kata pemenang Denok Kenang Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun ini.

Dinusian Ramaikan Stand Dinus Expo 2017

            Keseruan rangkaian Dinus Inside 2017 belum berakhir, pada hari kedua ini diwarnai dengan berbagai stand expo dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang berlomba-lomba menata stand mereka untuk memikat minat para dinusian baru. Dinus Expo kali ini mengusung tema “Be Amazing Be Yourself” yang bertujuan untuk memberitahu kepada dinusian baru bagaimana cara menjadi yang terbaik dengan tetap menjadi dirinya masing-masing.

            Acara Dinus Expo 2017 juga dibuka langsung oleh Rektor Udinus, Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko, M.Kom. yang didampingi oleh Ketua Yayasan, Ny. Hj. Tri Rustanti Noersasongko, S.E. dan Sekretaris Yayasan, Lakshiputri Arnindita. Pukulan gong mulai menggema ketika Rektor Udinus telah resmi membuka Dinus Expo 2017 yang dilaksanakan di area gedung D Udinus. Lurah Pendrikan Kidul pun turut hadir dalam pembukaan acara ini untuk mempererat tali silaturahmi karena Universitas Dian Nuswantoro sendiri berada di Kelurahan Pendrikan Kidul.
Selain stand kreativitas dari mahasiswa, Dinus Expo juga diramaikan oleh para wirausaha-wirausaha yang membuka tenda di halaman Dinus Expo dengan menjual beberapa macam makanan, minuman, baju, sampai hasil kerajinan tangan yang kreatif.
           
Dari sekian banyak stand yang ditata sedemikian rupa hasil dari kreativitas mahasiswa aktivis Udinus, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) adalah salah satu stand yang berhasil memikat para dinusian baru untuk berkunjung kesana. Menwa menyajikannya dalam sebuah stand berbasis semi-militer dengan memamerkan juga beberapa alat-alat yang mereka kenakan ketika mereka bertugas, Menwa juga memajang wajah-wajah dari komandannya yang gagah dari angkatan pertama dengan menggunakan seragam dan atribut lengkap. Penjaga stand merekapun juga menggunakan seragam lengkap sama seperti ketika mereka bertugas.


           
Laporan : Gusti Bintang K (Ilmu Komunikasi UDINUS)