Selasa, 14 Oktober 2014

Bukan Salah Jarak....

Bukan salah jarak jika kini kita tak lagi ada di kota yang sama, perbedaan jarak yang teramat jauh untuk kutempuh tidak mudah untuk setiap hari kita (atau mungkin hanya aku saja) yang bergelut dengan rindu, rasanya ingin kuhapus kata kangen atau rinduku, tapi mana mungkin? Orang sekonyol, selucu, sepolos kamu bisa begitu saja hilang dari daya ingatku.. Walau dari jarak sejauh ini, disertai waktu yang tak pernah menyatukan kita dalam nyata, aku masih bisa tertawa dengan tingkah lucumu saat kubaca pesan singkat darimu. Kalau begitu, aku akan sangat menghargai kehadiran rindu yang selalu mengusik keramaianku, hingga akhirnya dalam hening aku memikirkan dirimu, aku akan sangat berterima kasih kepada rindu sehingga aku dapat merindukanmu setiap waktu dan semauku. Jadi bukan salah jarak jika kita memang ditakdirkan untuk tak memulai hubungan kita dari kota yang sama, aku percaya dengan adanya jarak yang jauh ini.. aku dan kamu bisa begitu mudah menembus jarak yang tak sedekat dulu, bahkan tak itu saja, aku dan kamu juga dapat menerobos rindu, dan menghentikan waktu untuk sementara, dan mengubahnya menjadi cinta..
Terima kasih cinta, telah mengajariku untuk bertahan walau perasaan ini begitu dalam lukanya, telah mengajariku untuk tetap kuat dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang tak kunjung usai, telah mengajariku untuk tegar saat dunia mulai tak mengerti, telah mengajariku untuk saling menyayangi, telah mengajariku untuk tersenyum saat kesedihan mengelilingiku, telah mengajariku untuk... untuk semuanya yang membuatku merasa nyaman dan bahagia, dan terima kasih cinta telah memberikan kebahagiaan kecil yang sengaja kau hadirkan untuk menghilangkan rasa rinduku padanya, yang jauh disana....