Jumat, 11 April 2014

PURWODADI

Kota kecil dimana dahulu aku pertama kali menghirup udara segar dan menangis. Kota dimana hampir semua kenangannya ada dalam benakku. Kota yang seharusnya mengangkat nama baik purwodadi, tidak pernah. Purwodadi, banyak orang berpendapat adalah kota karaoke. Memang, di kota kecilku ini banyak karaoke, tapi orang terlalu melebih-lebihkan. Selalu sibuk untuk mencari nilai negatifnya daripada harus mencari seluk beluk nilai positifnya. Purwodadi, kota yang terkenal dengan makanan khasnya yaitu swieke, swieke yang terbuat dari katak, atau bahkan ayam. Makanan khasnya yang diminati banyak masyarakat purwodadi sendiri bahkan sampai luar kota. Entah bumbu rahasia apa yang dipakai sehingga mempunyai nilai yang lebih untuk makanan ini. Tidak hanya swieke, purwodadi juga punya makanan khas lainnya yaitu nasi jagung. Danyang, adalah salah satu tempat dimana disini terdapat banyak sekali penjual nasi jagung rumahan, yang berjejer-jejer menjajakan makanan khas ini. Selain enak, berkhasiat juga untuk diet. Di Purwodadi ini, tidak sedikit yang berjiwa muda, banyak masyarakat yang menggunakan tanahnya untuk dibangun tempat nongkrong anak muda yang biasanya anak-anak kota besar alami. Warung Dhuwur, Omah Kopi, It’s Milk misalnya. Setiap waktu tempat ini ramai akan anak muda yang sekedar untuk ngopi, wi-fi, ngobrol dengan teman, atau lain-lainnya. Tidak terlalu mahal, tidak merogoh kocek banyak, anak muda masyarakat purwodadi dapat menikmati secangkir kopi atau snack lainnya. Purwodadi, adalah salah satu kota kecil namun kulinernya tetap terpandang, kuliner purwodadi tidak bisa dihitung jari. Masakan yang disajikan beraneka ragam, dari yang manis sampai yang pedas, dari yang panas sampai yang dingin. Dari masyarakat purwodadi sendiri sampai dari luar kota bahkan luar pulau yang berdatangan untuk berjualan di purwodadi ini. Dari pagi sampai malam dan kembali ke pagi lagi, mereka ada dengan ramah melayani pelanggan memasakkan untuk mereka para pembeli. Tidak hanya kuliner saja yang ada di purwodadi, ada tempat-tempat berbelanja juga. Swalayan Luwes misalnya, swalayan paling laris dan paling diminati masyarakat purwodadi untuk membeli produk dari luwes, ada timezone, cfc, salon, baju, sepatu, tas, perlengkapan tulis, sampai boneka, dan elektronik, dan masih banyak lagi yang diperjualkan disana. Selain Luwes, ada Surya Laksana, dimana perlengkapan-perlengkapan dapur hampir lengkap dan bahkan lengkap dengan perlengkapan membuat kue. Indomaret dan Alfamart tetap tersebar disudut-sudut purwodadi. Tempat yang sering dikunjungi di purwodadi biasanya Jl. R. Suprapto, alun-alun purwodadi, simpang lima purwodadi, dan masih banyak yang lainnya. Dibawah pimpinan Bapak Bambang Pujiono dan Bapak Icek Baskoro ini sebagai bupati dan wakil bupati di kabupaten Grobogan ini. Walaupun Purwodadi hanya sebagai kecamatan, tetapi Purwodadi lebih terkenal daripada Grobogan yang menjadi kabupatennya.
Mempunyai jalan yang jelek dan tidak seharusnya itu bukan alasan yang tepat untuk tetap tinggal di purwodadi.
Mempunyai siswa-siswi dari SD, SMP, SMA, SMK, MA yang berbakat, mempunayi pekerja yang baik.

Tidak semua kenangan akan terulang, tidak semua kota kecil tidak bisa dipandang dari luar sana, tetapi berkat kerja sama antara pejabat-pejabat purwodadi, siswa-siswi, dan pekerja lainnya jika terus menerapkan gotong royong akan dapat menjadikan purwodadi lebih bersemi kembali. Purwodadi Grobogan, kota ku yang bersemi, dikenal masyarakat luar, aku bangga menjadi warga purwodadi.