adsense

Senin, 01 Agustus 2022

Untitled - #1

Seharusnya aku memang tak boleh sedalam ini mencintaimu

Tapi seseorang pernah mengetuk pintu ku agar dibukakan selebar-lebarnya untukmu

Lalu berpesan bahwa aku tak boleh menutupnya kembali untukmu

Meski tamu-tamuku penuh olehmu

Katanya, "Biarkan ada aku sebanyak-banyaknya di rumahmu".


-bii

Senin, 25 Oktober 2021

Lirik Lagu Kagum - Nuca

Berapa lama lagi
Ku harus menunggu waktu itu datang padaku?
Sudah sekian lama ku menanti-nanti
Tak kunjung nyata harapku

Berdua bersamamu
Bisa dekat denganmu
Akankah semua nyata?
Ku hanya bisa berdoa

Inginku bertemu duhai kekasihku
Yang selama ini kukagumi
Bercanda bersamamu, menatap wajahmu
Hanya satu pintaku, bisa memilikimu

Berapa lama lagi
Ku harus menunggu tiba waktu untukku?
Akankah semua nyata?
Ku hanya bisa berdoa

Inginku bertemu duhai kekasihku
Yang selama ini kukagumi (kukagumi)
Bercanda bersamamu, menatap wajahmu
Hanya satu pintaku, bisa memilikimu

Tak bisa kubayangkan
Jika semua ini terjadi
Aku bisa lalui
Hari-hariku bersamamu, oo-oooh

Inginku bertemu kekasihku
Yang slalu kukagumi

Inginku bertemu (hooo) duhai kekasihku (hooo)
Kuingin 'tuk selalu
Bercanda bersaamu, menatap wajahmu
Hanya satu pintaku (ooh, ooo)
Hanya satu pintaku, bisa memilikimu

Jumat, 20 Maret 2020

TOP 15 Finalis Indonesian Idol X

TOP 15 : DELLA (Alda Wiyekedella) 20th, Surabaya
TOP 14 : OLIVIA (Olivia Pardede) 26th, Jakarta
TOP 13 : OLA (Ola Elannor) 24th, Mojokerto
TOP 12 : KEISYA (Keisya Levronka) 16th, Malang
TOP 11 : RICHARD (Richard Simanjuntak) 23th, Yogyakarta
TOP 10 : SAMUEL (Samuel Cipta) 16th, Jakarta
TOP 9 : AGE (Agseisa Galuh) 26th, Banjarmasin
TOP 8 : NOVIA (Novia Bachmid) 17th, Bolaang Mongondow
TOP 7 : AINUN (Ainun Irsani) 19th, Palopo
TOP 6 : MIRABETH (Mirabeth Sonia) 24th, Samarinda
TOP 5 : MAHALINI (Mahalini Raharja) 19th, Bali
TOP 4 : NUCA (Raja Giannuca) 17th, Solo
TOP 3 : ZIVA (Ziva Magnolya) 18th, Bogor
RUNNER UP : TIARA (Tiara Anugrah) 17th, Jember
WINNER : LYODRA (Lyodra Ginting) 16th, Medan

Kamis, 19 Maret 2020

Lagu yang Dinyanyikan Nuca Sepanjang Idol X

1. Audisi : Let It Go - James Bay
2. Elimination 1 : Stay With Me - Sam Smith
3. Elimination 2 : 2002 - Annie Marrie
4. Elimination 3 : Langit Abu-Abu - Tulus
5. Showcase : Lost In Japan - Shawn Mendes
6. Final Showcase : I Don't Care - Ed Sheeran
7. Spektakuler Show TOP 15 : Sayap Pelindungmu - The Overtunes
8. Spektakuler Show TOP 14 : Perfect - Ed Sheeran
9. Spektakuler Show TOP 13 : I Can't Make You Love Me - Bonnie Rait
10. Spektakuler Show TOP 12 : Location Unknown - Honne Ft. Georgia
11. Spektakuler Show TOP 11 : Lebih Indah - Adera
12. Spektakuler Show TOP 10 : Selepas Kau Pergi - La Luna
13. Spektakuler Show TOP 9 : Menjaga Hati - Yovie n Nuno
14. Spektakuler Show TOP 8 : Sewu Kuto - Didi Kempot
15. Spektakuler Show TOP 7 : Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan - Payung Teduh
16. Spektakuler Show TOP 6 : New Light - John Mayer
17. Spektakuler Show TOP 5 : A Thousand Years (Ft. BCL) - Christina Perri & Pernah Muda - BCL
18. Spektakuler Show TOP 4 : Harusnya Aku (Ft. Armada dan Ziva) - Armada & Story Of My Life - One Direction

Biodata Lengkap Nuca Idol X

Nama Ayah : Muhammad Fachruddin (Aru)
Nama Ibu : Angke Verayani Trasna Dewi (Angke)
Nama Lengkap Saudara Kandung Nuca :
1. Tsana Salsabila Putri (Putri)
2. Muhammad Axel Putra (Axel)
3. Muhammad Raja Giannuca Putra (Nuca)
4. Muhammad Dru Almer Putra (Dru)
5. Drea Janeeta Putri (Drea)
6. Muhammad Arsenio Rajendra Putra (Nio)

Tanggal Lahir Saudara Kandung Nuca :
1. Putri : 20 Desember 2000
2. Axel : 30 Januari 2001
3. Nuca : 27 Juli 2002
4. Dru : 19 November 2008
5. Drea : 23 Februari 2012
6. Nio : 27 Juli 2014

Karya-Karya Nuca :
1. Cinta Pertama (Short Movie) - Sekolah Operet Surabaya
2. Kami Tak Takut (Single) - Solo Voice United
3. Indonesia Adalah Kita (Single) - Solo Voice United
4. Bendera (Single) - Aku Anak Indonesia
5. Ayah (Single) - Presiden Musikindo
6. Jadilah Pendampingku (Single) - Presiden Musikindo
7. Dream Concert Nuca (Concert)
8. Jatuh Hati (Single) - Presiden Musikindo
9. Crollate (Single) - Presiden Musikindo
10. Never Let You Go (Single) - Bryant & Agnya Ft. Nuca
11. "Cinta, Mengapa Kita Beda?" (Drama Musical)

Ajanag Pencarian Bakat (TV) :
1. TOP 4 - Indonesia Mencari Bakat (2014)
2. Runner Up - The Voice Kids Indonesia (2016)
3. TOP 4 - Indonesian Idol X (2020)

Akun Resmi Media Sosial :
1. Instagram : @drunuca02
2. Twitter : @nucaidol10
3. Youtube : Raja Giannuca Official

Nama Fanbase : Sobatnuca
Hari Jadi Fanbase : 25 Agustus 2014
Hari Jadi Akun Resmi Fanbase : Surakarta, 15 Januari 2017
Nama Akun Resmi Fanbase :
1. Instagram : @sobatnuca.id
2. Twitter : @sobatnuca
3. Facebook : Sobat Nuca
4. Youtube : Official Sobat Nuca
5. Website : www.sobatnuca.id

Selasa, 10 Maret 2020

Kencan Pertama


Mentari pagi sapaku dengan sinarnya
Oh ternyata ia ingatkanku untuk menemuinya
Aku ingin segera menyapa
Tuk lihat senyumnya

Ku kayuh sepedaku cepat melaju
Ku tak sabar ingin bertemu
Kencanku pukul setengah satu
Tapi kusiapkan mentalku dari pukul tujuh

Hadirnya menyapa manis
Rambutnya yang di klimis
Buat senyumnya begitu manis
Ah, aku suka hari Kamis

Kusuka padanya, sayanginya jua
Kucinta ia entah mengapa
Tak ada alasan untuk tak saling sapa
Apalagi tak merindu dan doakannya

Surat untuk Tuan

Tuan, terimakasih sekali telah mampir dan menemani hari-hari saya dengan penuh warna. Meski kini warna-warni itu sudah kembali jadi kelabu, karena tuan memberikan sinyal yang buruk kepada saya akan seseorang di masalalu yang tiba-tiba hadir menyapa tuan kembali sehingga membuat lupa tuan akan saya.

Izinkan saya bertekuk meminta maaf padamu karena saya telah berani memasuki ruang hatimu yang sempat kosong tanpa permisi. Sehingga apapun yang terjadi pada kita akan semestinya tersimpan disana, yang pada akhirnya ternyata membuat saya pun terluka.

Tuan memang tidak salah, hanya saya saja yang lekas mengartikan kedekatan kita ini adalah berdasarkan rasa layaknya dua orang telah jatuh cinta. Tapi faktanya, hanya saya saja, tidak denganmu. Jelas, bila rasa ini hadir pada satu pihak saja, pihak lainnya akan mendapati lukanya. Bukan sama-sama jatuh lalu mencinta.

Tapi tuan, saya bersyukur. Karena sempat menjadi tempatmu melepas rindu, tempatmu membuang sampah-sampah kisahmu yang tabu, pun menjadi tempat pengistirahatanmu mencari jati diri yang sebentar lagi akan segera kau temukan.

Lalu, bolehkah kita kembali menjadi teman? Maksud saya, tanpa terngiang bila kita pernah berdua diatas motor menceritakan tentang hari itu. Bisakah kembali berteman dan bergandeng tangan tanpa pernah lagi didasari perasaan? Untuk pertanyaan ini, biar aku saja yang menjawab. Semoga saya lekas mampu. Namun tuan harus membantu saya bahwa saya tak boleh terlalu lelap dalam mimpi saya menjadi seorang kekasihmu.

Ini sulit sekali, saya paham hal ini. Saya juga sudah memikirkan ini sejak jauh hari, dan kejadian-kejadian seperti ini bukan kejadian pertama kali bagi saya. Semoga saja, saya masih ingat bagaimana saya bisa menyembuhkan luka patah hati di masalalalu, selain bertemu dengan tuan. Akan kuingat kembali memori-memori sebelum saya bertatap dengan tuan.

Selasa, 24 September 2019

Beri Aku Minggumu


Aku ingat pertama kali kita bertemu
Kita berjumpa di hari Rabu
Dimana awalnya tampak semu dan kelabu
Hingga akhirnya hatiku jatuh pada sosokmu

Seringkali ingat tentangmu
Tapi apa daya, waktu belum memihakku
Sering membuatku rindu
Tapi tak pernah ia beri temu

Aku ingat sekali tingkah lucumu
Di hari pertama kita bertemu
Detak jantungku menggebu
Kau tahu? Saat itu aku tak berani menatapmu

Untuk beberapa waktu
Atau sekadar melintas diambang mata indahmu
Aku suka dengar tertawamu
Bahkan aku sudah tahu dimana ragamu tanpa memandangmu

Hanya lewat suaramu yang terdengar merdu di gendang telingaku
Lalu kucari sosokmu
Barangkali akan tertangkap dikedua mataku
Agar bisa kusimpan pada sebuah ruang dihati dan otakku

Andai saja kau tahu
Apa yang sedang terjadi pada hatiku
Ia sedang tak ingin diganggu
Ketika sudah temuimu di sudut waktu

Lalu terus menunggu
Menunggu bertemu hari Minggu
Katamu kau akan katakan sesuatu
Tentang semua hal yang sering membuatku halu

Tuan, boleh aku merindu?
Tak usah kau beri lama waktu
Sekejap saja, asal berikan hanya padaku
Bukan yang lain, seseorang yang bukan aku

Aku rindu hadirmu
Meski seringkali datang dan berlalu
Entah sunyi atau ramai, aku hanya butuhkanmu
Tak peduli yang lain, mereka sekadar angin lalu bagiku

Maaf aku egois jika tentangmu
Mengertilah tidak semuanya mudah untukku
Membiarkanmu jatuh pada hati yang bukan hatiku
Percayalah bahwa aku tak akan pernah mampu untuk itu

Senyummu bagai mentari di musim yang lalu
Selalu mampu hangatkan tubuhku
Tawamu obati hatiku yang pilu
Jangan pernah pergi dan berubah untukku

Tuan, meski waktumu tak selamanya untukku
Tapi hanya senyummu yang teduhkan hatiku
Aku tak ‘kan menuntut banyak hal darimu
Cukup sisakan saja hari Minggumu dan habiskan denganku

Berdua saja, mengelilingi kota hingga sang surya pamit berlalu
Atau jika diizinkan, kuingin menunggu terbitnya denganmu
Sambil kubacakan sebuah cerita yang ada di buku cantik berwarna ungu
Kasih, aku rindu duduk berdua denganmu

Menikmati senja sambil memandangimu
Atau sembari dengarkanmu ceritakan hari itu
Ditambah rangkulan manis tanganmu yang melingkari pundakku
Kemudian kita saling tatap dan tersipu

Meski begitu, kau harus tahu
Jika ada hati yang ingin selalu katakan padamu
Ada hati yang tak ingin lewati senja di hari Minggu tanpamu
Karena tanpamu, aku akan kembali sendu merindu

Selasa, 18 Juni 2019

Aku Kalah dengan Si Rindu


Malam tadi sebenarnya apa yang terjadi pada ruang kita?
Apakah aku sedang tidak diperbolehkan singgah disana sebentar?
Dengan menjelaskan padaku melalui mimpi yang tiba-tiba hadir disana dan berkata bahwa kamu baik-baik saja, apakah itu semuanya cukup untuk membuatku merasa tenang? Ketahuilah bahwa cemas selalu melingkupiku.
Entahlah kemana kaki mungilmu itu pergi, tetap saja aku ingin mencarinya. Bahkan senyuman dengan gigi yang rata itu sengaja berkeliling diotakku, seolah memberitahuku untuk menemui pemiliknya. Atau suaramu yang khas, seperti sudah melekat erat pada daun telingaku, seakan memberi tantangan padaku untuk mencari sumber suara itu berada lewat setiap kata yang kau ucap itu menggema ke seluruh dunia.
Hari ini aku putuskan untuk mengalah dan menyerah pada tiap-tiap rindu yang hadir membelenggu dan selalu meminta untuk diberi titik temu.
Aku masih berdiam disini, menunggu sebuah sinyal dimana kita bisa kembali pada ruang dimana terakhir kita bertemu untuk menyelesaikan rindu yang saat ini hadir sebagai pelengkap kegundahanku.
Hari ini, aku hanya bisa berharap semoga situasi seperti ini tidak akan pernah hadir pada hari-hari berikutnya. Aku hanya ingin bertemu, si rindu sudah terlalu lama bersarang dan mengusikku untuk menemuimu.
Namun dengan kamu bilang pada mimpiku, bahwa kamu sedang baik-baik saja. Aku sudah mengerti bagaimana aku harus bersikap kepadamu mulai saat itu.
Tuan, ruang sendirimu kini sudah siap, silakan beristirahat, dan aku akan pergi sejenak.

Senin, 27 Mei 2019

Investasi Bersamamu

Akhir-akhir ini aku seringkali mendengar suaramu walau sebatas telepon genggam dan dengan percakapan yang terbatas
Apakah kamu sudah bisa menangkap senyumku saat itu?
Aku selalu riang mendengar teleponku berdering menuliskan namamu dalam layar
Aku juga selalu mengharapkan setelah suara yang tiba-tiba kamu putus itu akan tersambung lagi
Yah, walaupun hanya terulang sekali saja dengan percakapan yang lebih singkat, atau kadang malah tak terulang
Aku sedang berinvestasi menanamkan kesabaran, berusaha untuk selalu ada saat kamu butuh, ataupun tidak
Karena aku selalu bahagia, selama aku berada disampingmu

Superego

Hai, aku adalah teman dekatmu
Bahkan lebih dekat daripada urat nadimu
Meski kau tak pernah tahu, akulah seseorang yang berada didalam hidupmu tanpa kamu tahu
Aku superegomu, aku yang mengajarkanmu agar kamu tetap tegar menghadapi duniamu yang kamu pilih
Yang didalamnya, kamu memiliki keluarga yang menyayangimu tanpa batas
Teman yang ada, walaupun bukan selalu, karena kau menyadari benar, temanmu jaraknya tak bisa kau gulung secepat kamu membutuhkannya
Selain itu, ada juga yang selalu ada disampingmu namun hatinya bukan untukmu
Dan aku sebagai superegomu, aku sudah berusaha memberitahumu agar kamu tetap bertahan dan mempertahankan hubungan kalian, karena kita hidup untuk bersosial, kamu nggak bisa sendirian, suatu saat kamu akan merasa butuh, dan temanmu itu juga akan membutuhkan tanganmu
Aku tahu meski percintaanmu tidak seperti orang sekitarmu, tapi aku selalu mengajarkanmu untuk sellau ikhlas disakiti berkali-kali bahkan hingga kamu tak bisa jatuh cinta lagi.
Meski kau sudah kuberi tahu dalam setiap langkahmu agar tak ceroboh menaruh hati pada laki-laki yang sering berada di dekatmu saat ini.
Ketahuilah, aku sakit hati dengan egomu yang tetap berusaha mempertahankan hubungan kalian, aku merasa sakit ketika kamu justru direndahkan, dihancurkan beberapa kali, tapi mengapa ombaknya tak bisa menghancurkanmu? Hatimu sekuat karang tak berpenghuni.
Aku yang thau tentang hal ini, bukan mereka.
Mereka hanya tahu egomu saja.
Sedangkan aku? Aku ini superegomu.
Lebih tahu dari siapapun mengenai hatimu

Terimakasih

Kuucapkan beribu terimakasih untukmu yang telah mengalihkan duniaku yang kelam kemudian menengok kearahmu yang lebih baik
Aku tak mengira akan seperti ini ujungnya pertemuan kita ditengah aku sedang berusaha melupakannya
Karena mengharapkanmu pun hati ini tak mampu, tapi kini aku sudah terlanjur nyaman bersandar di pundak yang selalu memperhatikanku
Aku pun tak pernah tahu, harus dinamai apa kedekatan singkat kita ini
Tapi yang pasti, sekali lagi aku mengucap terimakasih karena sudha berhasil membuatku tak berusaha mencari tahunya lagi dan perlahan aku juga sanggup merelakan hatinya
Untuk hadirmu yang sementara, kamu berhasil mengalihkan duniaku

Malam

Ada hal yang tidak kusuka ketika aku harus bertemu kembali dengan gelap
Karena disana aku tidak bisa tanpa merindukannya
Padahal sudah kutitipkan rindu pada mentari pagi
Biar saja rinduku hilang terbawa mengitari bumi
Toh rinduku saja mana pernah kau balas?
Juga mana bisa aku merindu sendiri?
Aku butuh kamu untuk berdua menopang rindu
Walau sebenarnya rindu ini teruntuk kamu yang jauh
Juga tiada menaruh hati padaku
Aku merindukanmu untuk duduk disampingku
Menikmati senja sebelum hilang ditelan malam

Untukmu yang Bahagia Karena Kisahnya Telah Abadi

Waktu ini berjalan dengan sangat cepat
Membawaku pada halaman ini
Halaman, dimana tokoh aku dan judul dalam buku ini bertemu kembali dalam nyata
Semesta telah mempertemukannya kembali dalam ruang rindu yang sama
Tokoh aku dan judul dalam buku inipun turut bahagia karena cintanya telah disatukan
Mereka telah berhasil bersabar hingga penantian berharganya terwujud
Keduanya telah mengungkap rahasia-rahasia yang ternyata telah di pendam lama
Sama sekali mereka tak pernah menyangka akan seperti ini ujungnya
Namun ketika bahagia sudah di depan mata
Mereka tidak akan menutup matanya untuk semua hal ini

Labirin

Aku tidak pernah berpikir untuk menyerah mencari tahu tentangmu
Meski selalu sulit untuk aku mengetahuinya
Tapi aku senang mencari tahu tentangmu, selalu
Tak pernah sedikitpun aku mengeluh
Semua tentangmu menarik
Dan selalu membuat aku ingin untuk menggalinya lebih dalam
Pernah aku lelah, tapi tak sampai menyerah
Pernah juga aku tersesat
Tapi ujungnya aku tahu jalan keluarnya
Aku suka lika-liku ketika sedang menelusuri tentangmu
Tak apa jika aku harus terjebak didalam labirinmu
Biarkan, aku lebih suka disini
Biar aku terjebak didalamnya bersama pemiliknya
Karena aku sangat yakin
Kita bisa menyatu

Malam ini Hatiku Kacau

Malam ini, hujan menganggu makan malamku yang asik
Ditengah lapangan dengan pemandangan bulan yang terang
Mana kutahu jika langit tiba-tiba marah dan mengguyurkan hujannya
Malam ini hatiku kacau, sial
Berkali-kali aku menyembunyikan perasaanku untuk biasa saja
Namun selalu saja percuma
Jika kamu paham tentang semuanya
Aku hanya minta agar kamu dapat membuat suasana kembali seperti semula
Sebenarnya aku sungguh tahu
Kamu sedang sama-sama menyembunyikan 'kan?
Bedanya, aku menyembunyikan rasaku
Kalau kamu, menyembunyikan yang kamu tahu tentang rasaku
Padahal sudah tahu aku, semuanya akan seperti ini
Parahnya, aku sekarang tidak bisa mengendalikan rasaku
Sungguh

Hari Ke-58 Tanpamu

Sudah hari ke 58 tanpamu
Berjalan sendiri-sendiri
Kulalui tanpa hadirmu
Kulewati tanpa kabarmu
Kemana kaki mungilmu itu melangkah?
Dimana selama ini bayangan yang biasanya ada didekatku?
Kedekatan kita bukan sekadar kontrak hubungan 'kan?
Jadi kuharap, kamu tidak pergi sekarang
Karena aku masih ingin melewati lagi hari-hari selanjutnya
Biar aku merindu sendiri tanpa kamu tahu
Tapi kamu selalu berada disampingku
Membuat bayang-bayang itu nyata
Aku sudah muak dengan kesemuan bayang yang kini hadir

Kotak Waktu

Kotak Waktu
Mengajarkanku untuk tetap bersyukur
Mengetahui kamu masih ada di bumi
Kotak Waktu
Terimakasih telah hadir sebagai pelengkap kisah ini
Kotak Waktu
Temanilah aku pada masa-masa sulit melewati hari tanpanya
Yang kini sudah tenang di dunia lain
Dekapan Tuhan yang paling nyaman
Kotak Waktu
Ajak aku berpetualang dengan orang baru
Supaya hati ini tidak lagi pilu
Meratapinya bahwa ia tak lagi disisi

Dengan Diam, Aku Bebas Jatuh Cinta

Sekarang aku tahu mengapa aku perlu berbangga hati menyukaimu dengan diam
Aku tidak pernah menyangka bahwa waktu sudah bergulir begitu cepat
Namun rasaku masih tertutup rapat
Aku pun tak pernah menyangka bisa tahu tentangmu
Dan menjadi saksi perjalanan saat kamu tumbuh dewasa
Meski kamu tidak tahu siapa aku
Awalnya aku ragu
Aku hanya segelintir dari banyak perempuan yang memperjuangkanmu saat itu
Sedang aku tidak pernah berjuang agar kamu memiliki rasa yang sama sepertiku
Aku hanya berjuang agar aku terlihat bahwa aku sellau berusaha menjadi pengagum yang benar-benar tulus untuk mengagumi
Dengan semua keputusanku untuk diam
Kini aku lebih bisa mengenalmu
Meski kamu pun tidak pernah tahu tentangku
Aku juga hanya ingin kamu tahu
Bahwa ternyata ada seseorang yang hati dan pikirannya benar-benar untukmu

Silakan Pergi

Sebenarnya aku tidak terlalu butuh kamu
Aku hanya butuh teman bercerita dan bahumu yang lapang
Aku benar-benar rapuh saat ini
Jika tidak ada kamu
Syukur, aku masih punya teman
Jadi, tidak apa
Silakan pergi
Aku tidak butuh orang yang datang tanpa permisi
Kemudian pergi tanpa pamit
Tapi meninggalkan luka setinggi langit